Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, memimpin penggerebekan penampungan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang diduga ilegal di Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat dinihari (30/9).
"Terdapat 161 orang CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi. Kami jegal praktek yang merusak nasib anak-anak bangsa. Ini adalah wujud kepedulian negara pada anak-anak bangsa," kata Benny Rhamdani dalam keterangannya, Sabtu
Benny mengatakan menggrebek salah satu Perusahaan tempat penampungan sesuai informasi dari NGO. Ini praktek jahat yang akan terus diperangi BP2MI. Pemerintah tak akan membiarkan rakyat menjadi mangsa dari para mafia.
Baca juga: Apresiasi Kinerja BP2MI, Komisi IX DPR RI dorong penambahan anggaran
Baca juga: BP2MI: Ratusan Pekerja Migran Indonesia di Kamboja mendapat tindakan kekerasan
"Saya mendapatkan informasi dan langsung turun bersama tim malam ini," tegas Benny.
Benny menjelaskan dari keseluruhan korban penempatan ilegal tersebut adalah ibu-ibu yang berdasarkan data rencananya akan diberangkatkan ke Timur Tengah. Politisi Partai Hanura itu mengaku pencegahan yang dilakukan BP2MI tidak lain bertujuan untuk menyelamatkan nasib anak bangsa.
"Seluruhnya ada ibu-ibu. Kasihan, saya sedih menyaksikan nasib mereka. Dan para korban ini tidak mengetahui kalau mereka diberangkatkan secara tidak resmi. Pencegah cepat terus dilakukan BP2MI, kami berkolaborasi demi menjaga keselamatan anak bangsa," katanya.
Baca juga: Kinerja BP2MI meningkat, Anggota DPR perjuangkan anggaran tambahan
Karena lanjut Benny ketika mereka lolos ke negara penempatan, pasti akan rawan mendapat perlakuan jahat. Lihat banyak kasus kekerasan yang dialami PMI yang karena diberangkatkan secara Non-prosedural.
Terkait motif, Benny membeberkan bahwa seluruh korban diiming-imingi pekerjaan dan telah diberikan uang sebelum berangkat. BP2MI akan mengamankan 161 orang CPMI ini di Selter BP3MI Jakarta (UPT BP2MI Jakarta) untuk dilakukan pembinaan. Setelah itu, mereka akan diantar secara gratis hingga ke kampung halaman masing-masing.
BP2MI grebek tempat penampungan CPMI yang diduga ilegal
Sabtu, 1 Oktober 2022 15:21 WIB

Kepala BP2MI Benny Rhamdani ketika memberikan pengarahan kepada 161 CPM ilegal yang digagalkan penyeludunpannya oleh BP2MI. (ANTARA/Foto: istimewa)
Terdapat 161 orang CPMI yang diduga akan diberangkatkan secara ilegal ke Timur Tengah, khususnya di Arab Saudi.