KPA Sukabumi : Penderita HIV/AIDS rambah IRT
Selasa, 10 Februari 2015 21:44 WIB
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) (Ist)
Sukabumi, (Antaranews Bogor) - Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi, Jawa Barat menyebutkan penyebaran penyakit HIV/AIDS saat ini sudah mengkhawatirkan bahkan sudah merambah ke ibu rumah tangga atau IRT.
"Dari data 2014 ada 35 IRT yang positif HIV dan saat ini mereka sudah rutin mengkonsumsi ARV untuk mencegah pertumbuhan virus yang menggerogoti daya tahan tubuh pasien," kata Ketua KPA Kota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada Antara di Sukabumi, Selasa.
Menurutnya, dari pendataan akhir yang dilakukan oleh pihaknya tujuh dari 35 IRT yang tertular HIV tersebut dalam kondisi hamil yang dikhawatirkan penyakitnya itu juga ditularkan kepada anak yang sedang dikandungnya.
Adapun, hasil pemeriksaan terhadap IRT itu ternyata mereka memiliki pasangan atau suami yang punya perilaku beresiko menyebarkan HIV/AIDS atau bisa saja IRT pernah melakukan aktivitas dengan orang lain sehingga tertular.
Lebih lanjut, potensi tertularnya anak yang dikandung oleh IRT itu cukup tinggi baik saat melahirman maupun menyusui, yang dikarenakan ibu itu terlambat mengetahui status kesehatannya.
Dikatakannya angka penyebaran HIV/AIDS setiap tahunnya selalu meningkat, namun peningkatan jumlah penderita ini karena semakin baiknya metode pemeriksaan HIV yang dilakukan oleh pihaknya,
"Penyebaran HIV/AIDS ini seperti fenomena gunung es yang hanya puncaknya saja yang diketahui, yang kami khawatirkan adalah pengidap HIV yang belum mengetahui status kesehatannya itu yang rawan menularkan kepada orang lain atas ketidak tahuannya itu," tambahnya.
Diakuinya, masih banyak masyarakat yang enggan memeriksakan status HIV karena tes HIV itu masih dianggap tabu dan masih malu mengikuti padahal, semua rahasia akan terjamin dan pemeriksaannya juga diberikan secara gratis.
Pemeriksaan ini sangat penting khususnya untuk mereka yang akan melakukan pernikahan dan IRT untuk penanganan lebih lanjut bagi yang positif.
Karena saat ini pengidap HIV juga bisa melahirkan tanpa menularkan penyakitnya itu kepada si anak, karena pihaknya sudah mempunyai progam Pencegahan Penularan dari Ibu ke Anak (PPIA) di RSUD R Syamsudin SH.
Selain itu, pencegahan yang dilakukan oleh pihaknya antara lain membentuk komunitas warga peduli AIDS (WPA).
"Dari data yang kami miliki saat ini sampai 2014 ada 827 penderita, 101 kasus di antaranya merupakan kasus baru yang ditemukan pada tahun lalu," katanya.
