Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan jumlah daerah yang dilanda banjir di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat mulai berkurang karena ketinggian air di beberapa daerah sudah mulai surut.
"Saat ini kondisi banjir di sejumlah wilayah sudah mengalami penurunan," kata bupati di Karawang, Rabu.
Sesuai dengan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, hingga Rabu ini daerah yang masih dilanda banjir tersisa lima kecamatan. Sedangkan sebelumnya tercatat 12 kecamatan yang dilanda banjir.
Lima kecamatan yang masih dilanda banjir adalah Karawang Barat, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Rengasdengklok, dan Tirtajaya.
Di lima kecamatan itu sebanyak 815 rumah yang dihuni sebanyak 1.033 keluarga terdampak.
Baca juga: Polda Jabar hadirkan kendaraan dapur lapangan di lokasi banjir Karawang
Baca juga: Polres Karawang patroli ke rumah-rumah warga yang mengungsi akibat banjir
Baca juga: Banjir merendam ribuan rumah 26 desa di Karawang
Bupati menyebutkan, hingga Rabu ini tersisa dua desa yang masih banjir dengan ketinggian air 1-2 meter.
“Kondisi banjir alhamdulillah kita sudah mulai menurun, ada beberapa yang masih tinggi berada di dua desa yaitu Desa Karangligar dan Sukamakmur," katanya.
Di Desa Karangligar, ketinggian air masih di 2,1 meter, dan di Desa Sukamakmur ketinggian air mencapai 1 meter. Sedangkan untuk di daerah lain, ketinggian air relatif sudah turun, mencapai 30-40 centimeter.
Banjir di wilayah Karawang sejak beberapa tahun terakhir terjadi akibat meluapnya air di dua sungai sekitar Karawang, yakni Sungai Citarum dan Cibeet.
Sementara banjir rob di wilayah utara Karawang terjadi karena tingginya permukaan muka air laut yang kini sudah surut.
