Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan layanan pendidikan kursus yang andal, termasuk di Nusa Tenggara Timur, supaya relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja yang terus berkembang.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen Yaya Sutarya mengatakan di Jakarta, Sabtu, bahwa untuk mencapai hal itu pihaknya melakukan sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 24 Tahun 2025 tentang Lembaga Kursus sebagai regulasi baru yang menjadi dasar hukum penyelenggaraan pendidikan kursus di Indonesia.
“Di dalam Permendikdasmen ini telah ditetapkan standar penyelenggaraan pendidikan kursus sebagai upaya penjaminan mutu. Standar tersebut meliputi standar kompetensi lulusan dan standar tata kelola lembaga kursus, yang disusun untuk menjamin kualitas layanan pembelajaran dan pengelolaan lembaga secara profesional, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.
Yaya juga menekankan lewat berbagai standar tersebut diharapkan lembaga kursus di Indonesia, terutama di Provinsi NTT, dapat menciptakan lulusan kursus yang berdaya saing di dunia kerja nasional ataupun internasional.
Dia menjelaskan, langkah-langkah yang dilakukan oleh Kemendikdasmen kepada lembaga kursus yaitu lewat program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
"Tahun 2026, target layanan kita yaitu 9.000 murid dari kalangan anak tidak sekolah ataupun putus sekolah usia 17 sd. 25 tahun di program PKK serta usia 15 s.d 25 tahun di program PKW, untuk selanjutnya diberikan pendampingan menjadi wirausahawan muda yang dapat meningkatkan perekonomian lokal,” kata Yaya.
Baca juga: Universitas Pattimura berikan kursus Bahasa Jerman pada anak sekolah
Baca juga: FIVB gelar kursus kepelatihan
Senada, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (DPD FPLKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur terpilih periode 2026-2031, Mery R. Ch. Mesah menyatakan siap mendukung Kemendikdasmen menyukseskan implementasi Permendikdasmen Nomor 24 Tahun 2025.
“Provinsi NTT memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Selama ini, anak muda di NTT hanya menjadi penonton. FPLKP NTT siap melakukan kolaborasi dengan Pemerintah pusat, daerah dan lembaga kursus di wilayah NTT untuk mencetak wirausahawan muda terampil yang akan mengelola potensi wisata di NTT jadi go international” kata Mery.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkapkan apresiasi atas kolaborasi apik antara Kemendikdasmen, Pemerintah Daerah, DPD FPLKP NTT, dan pengelola lembaga kursus di NTT.
“Kami meyakini, adanya kerja sama dan koordinasi yang baik dari semua ekosistem pendidikan vokasi dapat menghasilkan generasi muda NTT, terutama kaum wanita yang kompeten di berbagai sektor sesuai yang dibutuhkan di dunia kerja saat ini,” ujar Melkiades.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ekosistem lembaga kursus andal di NTT dukung dunia kerja
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026