Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Alfamidi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat kompetensi guru SMK di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat.
Dalam PKS ini, para guru SMK akan mengikuti pelatihan, training dan praktik langsung pelayanan konsumen di toko Alfamidi.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin mengatakan guru memiliki peran sangat penting dalam membentuk pola pikir serta mengisi kompetensi peserta didik di program ini.
“Sederhananya, kebiasaan peserta didik saat ini tentu akan berbeda ketika nantinya memasuki dunia industri. Karena itu, peran para pengajar menjadi sangat penting dalam membangun mentalitas serta kompetensi anak didik,” kata Tatang..
Human Capital Director PT Midi Utama Indonesia Tbk, Tri Wasono Sunu mengatakan, salah satu kunci utama menjalankan Alfamidi Class adalah kualitas guru pengampu. Melalui pelatihan ini, para guru menjalani praktek di industri ritel sehingga kualitas lulusan semakin unggul.
“Selama beberapa bulan ke depan, ratusan guru produktif akan kami bawa melintasi kurikulum implementatif secara online maupun offline,” kata Tri Wasono Sunu.
Dalam program ini para guru akan menjalani pelatihan dengan total 144 jam dari Mei hingga Agustus 2026 yang di mulai dari penguatan fondasi ritel modern, praktik simulasi fisik laboratorium ritel, operasional kasir, tata kelola Planogram, hingga administrasi stock opname.
“Para guru akan kami terjunkan langsung untuk melakukan pemagangan industri selama 10 hari kerja di jaringan toko ,” ungkapnya.
Selanjutnya di akhir program, ratusan guru juga menjalani uji kompetensi sebagai tolak ukur kesiapan mengajar siswa peserta program ini.
Program ini mendapat tanggapan positif dari
Hingga saat ini, program Alfamidi telah bekerja sama dengan 60 SMK di 21 provinsi dengan melibatkan 3.398 siswa aktif kelas X, XI dan XII dan didukung 351 guru produktif.
Pewarta: WuryantiEditor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.