Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengendalikan pasokan bahan pokok selama periode Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah guna memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga di pasaran.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti mengatakan pengawasan rutin maupun insidentil dijalankan guna memperoleh data riil di lapangan sebagai dasar perumusan kebijakan pengendalian yang tepat sasaran dan terukur.
"Dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga hingga menjelang Idul Fitri, kami terus melakukan pengawasan untuk kemudian menetapkan strategi yang akan dijalankan," katanya di Cikarang, Jumat.
Menurut dia pengawasan menjadi instrumen penting agar pemerintah daerah dapat terus mendapatkan data yang valid dan faktual secara berkala untuk diolah sebagai informasi menyangkut kondisi riil pasar sehingga langkah intervensi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Ketika kondisi pasar dinilai kurang stabil atau berpotensi menyebabkan lonjakan harga di wilayah tertentu, pihaknya akan segera melakukan intervensi pasar dengan dua strategi utama yakni menyasar pedagang terdampak serta masyarakat di titik harga tinggi.
"Intervensi pasar kami lakukan dengan menggandeng BUMN seperti PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan Perum Bulog sehingga operasi pasar dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan berdampak langsung terhadap stabilitas harga," katanya.
Dinas Perdagangan juga menjalankan program Operasi Pasar Bersubsidi atau OPADI bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam bentuk paket sembako bersubsidi guna membantu masyarakat terdampak kenaikan harga selama Ramadhan tahun ini.
Melalui OPADI, masyarakat memperoleh paket sembako senilai Rp120 ribu hanya dengan membayar sebesar Rp50 ribu karena telah disubsidi pemerintah lebih dari 50 persen sehingga beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan secara signifikan.
Pihaknya juga melakukan koordinasi secara intensif dengan daerah produsen seperti Garut untuk komoditas cabai serta Subang untuk telur dan daging ayam guna menjaga kesinambungan pasokan, termasuk membuka alternatif pasokan luar Pulau Jawa apabila dibutuhkan guna menjaga stabilitas distribusi.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan, karena itu kami harus bersinergi dengan produsen, distributor besar serta aparat penegak hukum untuk mencegah penimbunan dan memastikan harga tetap sesuai ketentuan HET maupun HAP," ujarnya.
Helmi memastikan pengawasan lapangan dilakukan bersama aparat kepolisian melalui Satgas Pangan guna menindak tegas segala bentuk pelanggaran seperti penimbunan atau praktik spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat luas.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok bahan pokok penting, termasuk LPG 3 kilogram, sangat mencukupi selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Belanja lah secukupnya agar stabilitas harga tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar," kata dia.
Baca juga: Pemerintah terus kendalikan harga beras
Baca juga: Mendagri sebut segera kendalikan harga jika Inflasi di atas rerata nasional
Baca juga: Kejaksaan Kabupaten Bekasi gelar pasar murah
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026