Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 82 pemuda asal Kota Cilegon dinyatakan lulus dari Batch 1 Program Bahasa Korea yang digagas POSCO 1% Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cilegon dan Gugah Nurani Indonesia.
Kelulusan peserta program tersebut digelar di Gedung Human Resource Development Center PT Krakatau POSCO, Cilegon, dan dihadiri Plt Asisten Daerah I Kota Cilegon Bambang Hario Bintan, Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia Mathilda Antoinette Buisan, serta Human Resource & General Affair Director PT Krakatau POSCO Iip Arief Budiman.
Acara kelulusan diisi dengan penampilan budaya Korea oleh para peserta, penyerahan sertifikat kelulusan, serta penganugerahan Best Student Award kepada peserta terbaik.
Program Bahasa Korea ini resmi dimulai pada 14 Agustus 2025 sebagai upaya meningkatkan kapasitas ketenagakerjaan pemuda Cilegon melalui penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Korea, agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Selain pembelajaran bahasa, program tersebut juga dirancang untuk mempersiapkan pemuda lokal mengikuti pelatihan dan bekerja di Korea Selatan, sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Plt Asisten Daerah I Kota Cilegon Bambang Hario Bintan mengatakan program ini sejalan dengan misi Pemerintah Kota Cilegon di bidang pendidikan dan penciptaan lapangan kerja.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi lintas pihak untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan penciptaan lapangan kerja dalam rangka mengentaskan pengangguran di Kota Cilegon,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, dunia industri, dan lembaga sosial tersebut dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Program pelatihan berlangsung selama tiga hingga enam bulan, bergantung pada kurikulum dan kategori kelas. Terdapat tiga kelas utama, yakni Kelas EPS TOPIK untuk persiapan kerja migran ke Korea Selatan, Kelas Umum untuk penguasaan bahasa sehari-hari, serta Kelas Teenager yang diikuti santri pesantren dan anak panti asuhan.
Selain kelas bahasa, peserta juga mengikuti Korean Cultural Class untuk mempelajari kebudayaan Korea.
Human Resource & General Affair Director PT Krakatau POSCO Iip Arief Budiman menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Melalui POSCO 1% Foundation, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi pemuda Cilegon agar memiliki akses pekerjaan yang lebih menjanjikan di masa depan,” ujarnya.
Untuk mendukung kualitas pembelajaran, program ini bekerja sama dengan Sejong Korean Language Center dengan menghadirkan pengajar asli dari Korea Selatan sehingga peserta dapat belajar langsung dari penutur bahasa.
Seluruh kelas dalam program ini disediakan secara gratis dan sepenuhnya didukung oleh POSCO 1% Foundation.
Gugah Nurani Indonesia berperan sebagai mitra implementor dalam perancangan, pelaksanaan, dan pemantauan program secara berkelanjutan guna memastikan dampak optimal bagi peningkatan kapasitas dan daya saing pemuda Cilegon.
Ketua Yayasan Gugah Nurani Indonesia Mathilda Antoinette Buisan menyebut program tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa, tetapi juga membuka akses masa depan yang lebih luas bagi generasi muda.
Keberhasilan 82 lulusan Batch 1 ini diharapkan dapat memotivasi pemuda Cilegon lainnya untuk memanfaatkan peluang serupa serta mendorong kolaborasi multipihak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
82 pemuda Cilegon lulus Program Bahasa Korea
Sabtu, 27 Desember 2025 16:22 WIB
Sebanyak 82 pemuda asal Kota Cilegon dinyatakan lulus dari Batch 1 Program Bahasa Korea. ANTARA/HO
