Jakarta (ANTARA) - Remaja Islam Masjid Cut Meutia bekerjasama dengan komunitas WartaJazz kembali menghadirkan Ramadhan Jazz Festival ke-15 bertempat di pelataran masjid sehingga setelah beribadah masyarakat juga dapat menikmati lantunan musik jazz.

Kegiatan yang berlangsung Jumat malam berhasil menyedot ribuan pengunjung yang berkumpul menikmati harmoni musik sekaligus berpartisipasi dalam gerakan sosial yang menjadi ruh dari festival ini.

Ketua Ramadhan Masjid Cut Meutia, M. Pradana Indraputra dalam keterangan tertulis, Sabtu, mengatakan Ramadhan Jazz Festival sejak awal dirancang sebagai bentuk dakwah yang disampaikan melalui pendekatan budaya.

“Ramadhan Jazz Festival bukan hanya tentang musik. Ini adalah cara kami menyampaikan nilai kepedulian dan kebersamaan melalui medium yang lebih dekat dengan generasi muda,” ujarnya.

Ramadhan Jazz Festival pertama kali digagas pada 2010. Sejak itu, festival ini berkembang menjadi salah satu agenda musik Ramadan yang unik di Indonesia, memadukan musik, spiritualitas, dan kepedulian sosial dalam satu panggung.

Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival tahun ini digelar pada 6–7 Maret 2026 dengan tema “Harmoni Pulihkan Negeri.” Tema tersebut diangkat sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat di sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak banjir bandang.

Festival ini menggunakan konsep donasi sebagai mekanisme kehadiran pengunjung. Masyarakat dapat berdonasi melalui platform Goers maupun secara langsung di lokasi acara.

Project Officer Ramadhan Jazz Festival ke-15, Ali Akbar Hasyemi, mengatakan konsep tersebut memungkinkan pengunjung tidak hanya menikmati musik tetapi juga berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

“Kami ingin Ramadhan Jazz Festival menjadi ruang kebersamaan yang terbuka bagi siapa saja. Melalui konsep donasi ini, setiap pengunjung ikut berkontribusi dalam gerakan sosial,” ujarnya.

Seluruh keuntungan dari penjualan tiket Ramadhan Jazz Festival akan disalurkan 100 persen untuk program kemanusiaan, termasuk dukungan rekonstruksi masjid dan kegiatan sosial di wilayah terdampak bencana.

Pada hari pertama penyelenggaraan, panggung Ramadhan Jazz Festival menampilkan sejumlah musisi lintas generasi, antara lain Candra Darusman, Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet, Galaxy Big Band Jazz Orchestra, serta kolaborasi Krakatau bersama Andre Dinuth dan Barry Likumahuwa. Penampilan Salma Salsabil, Kunto Aji, Societeit de Harmonie x Natasya Elvira, Sore, dan Sisitipsi turut meramaikan panggung festival.

Managing Director WartaJazz sekaligus Artistic Director Ramadhan Jazz Festival, Agus Setiawan Basuni, menegaskan bahwa sejak awal festival ini dirancang sebagai gerakan sosial.

“Ramadhan Jazz Festival bukan sekadar konser musik. Musik menjadi medium untuk mengajak masyarakat berbagi dan peduli kepada sesama,” ujarnya.

Ramadhan Jazz Festival ke-15 akan berlanjut pada hari ini (7/3) dengan rangkaian penampilan musisi lainnya yang siap melanjutkan semangat harmoni, kebersamaan, dan berbagi di bulan suci Ramadan.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026