Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memperingati malam Nuzulul Quran dengan menanamkan pesan religi kepada masyarakat untuk terus memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan kualitas ibadah.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mengatakan momentum peringatan Nuzulul Quran merupakan salah satu pengingat kewajiban menunaikan salat lima waktu sekaligus menjadikan Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahmi serta bersama-sama membangun Kabupaten Bekasi yang religius, harmonis dan sejahtera," katanya di Cikarang, Jumat.

Menurutnya, Al Quran mengandung pedoman bagaimana kita berinteraksi dengan sesama, berperilaku sehari-hari, berniaga, kepemimpinan maupun dalam mengambil keputusan penting lain.

Nuzulul Quran mengajarkan mengenai arti penting waktu. Di malam-malam terakhir Ramadhan, dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, serta introspeksi diri. Selain itu Nuzulul Quran juga mengingatkan nilai-nilai kesabaran, ketekunan dan keteguhan hati.

"Mudah-mudahan masyarakat semakin meningkatkan interaksi dengan Al Quran baik tadarus apalagi sampai tafsir. Dan juga tentu dengan pengetahuan itu dapat menjadi amalan yang dilakukan setiap hari serta menjadikan karakter dalam keseharian," ucapnya.

Peringatan Nuzulul Quran ini bertepatan dengan kegiatan Safari Ramadhan pekan kedua yang diselenggarakan pemerintah daerah setempat di Masjid Raya Al Azhar Jababeka, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Asep melanjutkan kegiatan Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat Kabupaten Bekasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan ketertiban lingkungan, mengingat Kabupaten Bekasi merupakan wilayah dengan tingkat keberagaman tinggi.

"Tadi saya juga dipesan oleh Ibu Kapolres agar semua masyarakat menjaga lingkungan dan menjaga hubungan antar warga. Karena Kabupaten Bekasi ini penduduknya sudah sekitar 3,4 juta jiwa dan sangat majemuk," ucapnya.

Dirinya turut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan umat sebagai bagian dari pembangunan daerah.

"Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan karakter serta spiritual masyarakat. Kami sudah menyiapkan rencana kebijakan dalam rangka memberikan perhatian lebih kepada tokoh dan penggerak keagamaan," katanya.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026