Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperluas cakupan pelanggan guna memenuhi kebutuhan air bersih sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus pemenuhan target pendapatan perusahaan.

Direktur Teknik Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi Rika Nursantika menyatakan peningkatan jumlah sambungan langganan merupakan satu dari tiga agenda besar perusahaan yang tertuang dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun 2026.

"Tahun ini kami fokus menurunkan persentase angka kehilangan air, peningkatan jumlah sambungan serta meningkatkan pendapatan. Ketiganya saling berkaitan satu dengan yang lain," katanya di Cikarang, Jawa Barat, Kamis.

Baca juga: Dewas restui Tirta Bhagasasi evaluasi perjanjian kerja sama air curah

Dia menjelaskan upaya perluasan cakupan pelayanan pelanggan dilakukan melalui investasi pembangunan jaringan perpipaan baru yang terhubung dengan pipa Jaringan Distribusi Utama (JDU) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum tersentuh layanan air bersih.

"Investasi ini sudah mulai digencarkan khususnya di wilayah selatan Kabupaten Bekasi. Kita koneksikan jaringan melalui JDU eksisting dengan menyasar kompleks perumahan karena memang di selatan itu besar potensinya seiring masif pembangunan perumahan," katanya.

Selain jaringan perpipaan, instalasi pengolahan air bersih juga dibangun untuk mengoptimalkan pelayanan khususnya bagi calon pelanggan baru, termasuk pembangunan mesin pendorong untuk mempercepat proses distribusi air bersih.

"Kami juga memberikan beragam promosi sambung ulang khususnya bagi pelanggan non aktif agar dapat kembali memanfaatkan pelayanan air bersih," ucapnya.

Baca juga: BUMD Tirta Bhagasasi Bekasi siapkan paket kebijakan efisiensi energi

Rika menyebut cakupan pelayanan saat ini sudah menjangkau lebih dari 330.000 Sambungan Langganan (SL) atau menjadi perusahaan air bersih terbesar di Jawa Barat dari segi jumlah pelanggan dengan jangkauan perpipaan mencapai 40 persen.

"Target kami hingga akhir tahun 2029 setidaknya 60 persen dari total 3,4 juta penduduk Kabupaten Bekasi terlayani air bersih dari sambungan perpipaan perusahaan. Target per tahun ada penambahan 16.000 sambungan," katanya.

Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan pemenuhan layanan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat sejalan dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) tahun 2030 mendatang.

"Secara nasional, pemenuhan air bersih perpipaan di seluruh wilayah Indonesia, sudah 100 persen pada tahun 2030. Upaya itu dilakukan pemerintah mengingat air bersih merupakan hak dasar hidup masyarakat. Dan kami turut berkewajiban memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut," katanya.

Baca juga: Tirta Bhagasasi manfaatkan momentum Nuzulul Quran ajang silaturahmi dan berbagi

Reza mengungkapkan upaya perluasan cakupan pelanggan juga dilakukan melalui skema kerja sama dengan pengelola kawasan industri sebagai langkah strategis meningkatkan pendapatan perusahaan.

Perusahaan sejauh ini telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan pihak pengelola kawasan industri MM2100 untuk penyediaan air bersih bagi tenant-tenant perusahaan di objek vital nasional tersebut.

"Setidaknya 500 liter per detik air bersih kita sediakan secara bertahap bagi pelanggan sektor industri, potensi besar untuk meningkatkan pendapatan. Kami masih terus menjajaki peluang kerja sama dengan sektor industri mengingat ribuan perusahaan beroperasi di wilayah kita dan pasti membutuhkan air bersih untuk menjalankan produksi," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026