New York (ANTARA) - Juru bicara Dana Anak-anak PBB (Unicef) Tess Ingram mengungkapkan lebih dari satu juta anak di Jalur Gaza masih membutuhkan air bersih dan makanan.
Selain itu, ribuan anak tidur dalam keadaan lapar setiap malam, meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata. Selain itu, sekitar 650.000 anak perlu segera kembali bersekolah.
Dalam wawancara dengan pers, Minggu (2/10), Ingram mengatakan bahwa gencatan senjata merupakan “kabar baik” karena menghentikan pengeboman harian yang menewaskan anak-anak.
Namun, ia menegaskan bahwa hal itu “belum cukup untuk mengakhiri kelaparan atau memastikan keluarga memiliki akses terhadap air minum yang aman.”
Ia menambahkan, keluarga-keluarga di Gaza masih berjuang setiap hari untuk bertahan hidup.
Ingram menjelaskan bahwa jumlah bantuan yang masuk ke Jalur Gaza setelah gencatan senjata sempat sedikit meningkat dalam dua pekan pertama.
Sumber: WAFA-OANA
Baca juga: 87 persen lahan pertanian di Gaza rusak parah
Baca juga: PBB kecam sikap abai dunia atas kekejaman Israel
Baca juga: UNRWA tetap jalankan misi kemanusiaan di Gaza
