Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Perumda Tirta Bhagasasi, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyiapkan paket kebijakan efisiensi energi termasuk penghematan bahan bakar minyak (BBM) dengan tetap memprioritaskan aspek pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah kebijakan penghematan energi dan efisiensi BBM (bahan bakar minyak)," kata Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi Reza Luthfi Hasan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa.
Ia menjelaskan perusahaan tengah menyiapkan paket kebijakan internal sebagai bentuk penyesuaian atas kebijakan efisiensi yang tidak sekadar mampu menekan konsumsi energi melainkan turut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan.
Baca juga: Tirta Bhagasasi manfaatkan momentum Nuzulul Quran ajang silaturahmi dan berbagi
Baca juga: Tirta Bhagasasi targetkan 1,2 juta warga Kabupaten Bekasi terlayani air bersih 2027
Teknis implementasi paket kebijakan dimaksud akan segera dirumuskan setelah menerima edaran resmi dari pemerintah mengingat posisi perusahaan selaku Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah.
"Untuk detail akan kami sesuaikan dengan kebijakan yang ada karena Perumda Tirta Bhagasasi merupakan BUMD milik Pemkab Bekasi," katanya.
Sembari menunggu arahan lebih lanjut, manajemen mulai menginventarisasi sektor-sektor yang dapat diefisienkan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan skema Work From Home (WFH) bagi pegawai tertentu.
Namun demikian, Reza menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terganggu. Pegawai yang bertugas di lini pelayanan tetap diwajibkan bekerja seperti biasa.
"Pegawai administrasi yang memungkinkan bisa WFH, tetapi petugas pelayanan harus tetap masuk agar distribusi air bersih tidak terganggu," katanya.
Baca juga: Perumda Tirta Bhagasasi evaluasi Moya Bekasi Jaya lewat amandemen
Selain pengaturan kerja pegawai, efisiensi juga akan dilakukan melalui penghematan penggunaan listrik di seluruh kantor, baik pusat maupun cabang sebab kebutuhan listrik dinilai sangat vital dalam proses produksi hingga distribusi air bersih.
"Listrik sangat penting, mulai dari proses produksi hingga pengoperasian pompa untuk mendistribusikan air ke masyarakat," jelasnya.
Perusahaan untuk jangka panjang juga tengah melakukan survei penggunaan pompa hemat energi guna mendukung efisiensi operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Upaya efisiensi lain meliputi pengurangan tingkat kebocoran air, perluasan cakupan layanan serta peningkatan konsumsi rata-rata pelanggan. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara penghematan biaya dengan peningkatan pendapatan.
"Sesuai semangat efisiensi, pengeluaran yang tidak perlu akan dialihkan ke kebutuhan yang lebih prioritas, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan perusahaan," ucap dia.
Perumda Tirta Bhagasasi hingga saat ini telah melayani sedikitnya 300.000 sambungan langganan atau setara dengan 1,5 juta jiwa. Layanan air bersih tersedia selama 24 jam dan telah menjangkau 22 dari total 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi.
Pewarta: Pradita Kurniawan SyahUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026