Kabupaten Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Bogor.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika saat mewakili Bupati Bogor dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Aula Sanika Polres Bogor, Cibinong, Jumat.
Rapat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, perangkat daerah, serta jajaran Forkopimcam guna menyatukan langkah dalam menghadapi momentum arus mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini.
Ajat menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor siap mendukung penuh pelaksanaan operasi pengamanan Lebaran melalui sinergi seluruh perangkat daerah bersama TNI-Polri dan unsur Forkopimda.
“Kita siap mendukung dari sisi fasilitas, termasuk penanganan jalur mudik, pengelolaan kawasan yang menjadi pusat keramaian, serta penyebaran informasi layanan darurat kepada masyarakat,” kata Ajat.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Selain pengamanan arus mudik dan arus balik, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mempersiapkan sejumlah agenda besar pada momentum Idul Fitri tahun ini, salah satunya pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama di Lapangan Stadion Pakansari.
Ajat menjelaskan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri bersama tersebut menjadi yang pertama kali digelar di Lapangan Stadion Pakansari sejak stadion itu berdiri.
“Untuk pertama kalinya kita akan melaksanakan shalat Idul Fitri bersama di Lapangan Stadion Pakansari. Setelah itu juga akan dilaksanakan open house bersama Bapak Bupati dan jajaran Forkopimda,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan transportasi bagi masyarakat melalui program mudik bersama dengan menambah armada bus dari Dinas Perhubungan serta dukungan dari pihak swasta.
Ajat menegaskan seluruh rangkaian kegiatan Lebaran, mulai dari arus mudik, pelaksanaan shalat Idul Fitri, hingga arus balik masyarakat harus dipersiapkan secara matang melalui kerja sama seluruh unsur.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan Operasi Ketupat Lodaya 2026 mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” dengan pendekatan yang lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif.
Menurutnya, evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya menunjukkan adanya peningkatan tingkat kriminalitas selama periode mudik dan arus balik sehingga memerlukan perhatian bersama.
“Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama sehingga diperlukan langkah nyata dari seluruh unsur, baik dari kepolisian, TNI, pemerintah daerah, hingga pemerintah kecamatan dan desa,” kata Wikha.
Kapolres juga meminta jajaran Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, serta camat untuk aktif turun ke masyarakat memberikan imbauan kewaspadaan menjelang mudik.
Sebagai langkah preventif, Polsek Parung Panjang telah menginisiasi pembagian sekitar 100 gembok kepada masyarakat untuk meningkatkan keamanan rumah dan kendaraan yang ditinggalkan saat mudik.
Selain itu, Polres Bogor juga membagikan sejumlah CCTV portable ke beberapa masjid di wilayah Kabupaten Bogor guna membantu pengawasan lingkungan selama periode Lebaran.
Dalam pengamanan lalu lintas, Kapolres menekankan pentingnya koordinasi terpadu antar-instansi, khususnya di jalur wisata dan jalur mudik seperti kawasan Puncak.
Ia meminta seluruh unsur, termasuk Dinas Perhubungan dan Satpol PP, bergabung dalam satu pos terpadu di Pos Gadog Hugeng untuk memperkuat koordinasi serta meminimalisir hambatan lalu lintas.
Wikha juga mengingatkan adanya potensi lonjakan arus kendaraan pada hari kedua Idul Fitri yang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan silaturahmi.
Baca juga: Survei Indikator: Masyarakat puas penyelenggaraan mudik lebaran hingga Operasi Ketupat
Pewarta: M Fikri SetiawanEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026