Gorontalo (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, mendalami bahasa isyarat bersama Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN).
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Profesor Arten Mobonggi di Gorontalo, Jumat mengatakan pendalaman tersebut dilakukan melalui Workshop Komunikasi Inklusif dan Penguasaan Dasar Bahasa Isyarat bagi mahasiswa semester enam dan delapan.
"Alhamdulillah meski di tengah suasana bulan Ramadhan, kegiatan ini berlangsung khidmat dan berlangsung di aula Fakultas Syariah," katanya.
Workshop ini merupakan kolaborasi strategis antara Program Studi PGMI dengan GERKATIN Gorontalo dan Komunitas Rangkul Asa.
Baca juga: IAIN Kendari terapkan teknologi VR dan AR perkuat pemahaman bisnis mahasiswa
Langkah ini diambil untuk membekali calon pendidik madrasah dengan keterampilan khusus, dalam menghadapi keberagaman peserta didik di sekolah inklusif.
Arten mengatakan penguasaan bahasa isyarat bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan kebutuhan mendasar bagi guru masa kini.
"Pendidikan inklusif adalah masa depan Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (MI) kita. Melalui workshop ini, kita ingin memastikan mahasiswa PGMI siap menjadi pendidik yang tidak meninggalkan satu anak pun di belakang karena hambatan komunikasi," katanya.
Sekretaris Program Studi PGMI Mifth Huljannah berharap mahasiswa benar-benar memanfaatkan momentum ini untuk bisa menguasai dasar-dasar bahasa isyarat.
PGMI IAIN Sultan Amai Gorontalo membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati dan kompetensi sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: IAIN Ternate bekali mahasiswa baru materi bahaya narkoba dan radikalisme
Selama workshop berlangsung, terlihat antusiasme mahasiswa tetap tinggi meski kegiatan dilaksanakan saat berpuasa.
Mahasiswa diajak memahami filosofi lingkungan inklusif, sekaligus mempraktikkan langsung alfabet dan kalimat dasar bahasa isyarat.
Hadir sebagai narasumber ahli dalam memberikan materi komprehensif, yaitu Ketua Program Studi Pendidikan Khusus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Sri Yulan Umar dalam materi 'Membedah urgensi lingkungan inklusif di sekolah dasar'.
Dosen Program Studi PGMI Sabrina Nadjib dengan materi 'Meninjau aspek komunikasi inklusif dari perspektif pedagogi', serta Pengajar Bahasa Isyarat Abd Kadir Umar selaku instruktur praktik bahasa isyarat.
Baca juga: IAIN Kendari sediakan enam program beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun 2025
Hadir pula Juru Bahasa Isyarat Yusrilsyah Limbanadi selaku fasilitator komunikasi antara peserta dan narasumber.
Meskipun dalam kondisi berpuasa, para mahasiswa nampak bersemangat mengikuti setiap sesi praktik gerak tangan dan ekspresi wajah yang menjadi kunci bahasa isyarat.
Rangkaian kegiatan yang penuh edukasi ini ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat melalui Buka Puasa Bersama seluruh peserta, dosen dan narasumber di aula FITK IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Pewarta: Susanti SakoUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.