Jakarta (ANTARA) - Juan Cabal mengantarkan Juventus menaklukkan Bologna 1-0 di Stadion Renato Dall'Ara, Bologna, Minggu waktu setempat.
Cabal menjadi aktor penting kemenangan Juventus dengan membobol gawang Bologna pada menit ke-64, demikian catatan Serie A.
Bologna juga harus mengakhiri pertandingan ini dengan 10 pemain setelah Torbjorn Heggem mendapatkan kartu merah pada menit ke-69.
Juventus naik ke peringkat lima klasemen Liga Italia dengan 26 poin dari 15 pertandingan, sebaliknya Bologna turun ke posisi enam dengan 25 poin.
Bologna menciptakan peluang lebih dahulu dari tembakan Riccardo Orsolini yang dihalau kiper Juve Michele Di Gregorio.
Baca juga: Spalletti ingatkan Juventus untuk segera bangkit usai kalah dari Napoli
Baca juga: Napoli kembali ke puncak klasemen seusai menang lawan Juventus 2-1
Baca juga: Spaletti puas dengan peningkatan performa Juventus usai kalahkan Udinese 2-0
Juventus kemudian mencetak gol dari sepakan Jonathan David, namun dianulir wasit karena offside.
Menjelang akhir babak pertama, Bologna kembali mendapatkan kesempatan untuk unggul melalui Nadir Zortea yang mengenai mistar gawang Juve.
Pada babak kedua, Juve memecahkan kebuntuan pada menit ke-65 dari tembakan Juan Cabal setelah menerima umpan silang Kenan Yildiz.
Ketika berusaha untuk menyamakan kedudukan, Bologna malah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-69 setelah Torbjorn Heggem mendapatkan kartu merah langsung dari wasit.
Juve mendapatkan peluang menambah keunggulan dari tendangan Lois Openda, tetapi kiper Bologna Federco Ravaglia mementahkannya.
Juventus berusaha menambah keunggulan, namun tak berhasil.
Tak hanya dikriminalisasi oleh petugas kepolisian setempat, Rosi juga dipaksa oleh WAKO Konfederasi Asia untuk membuat pernyataan tertulis yang ditandatangani yang berbunyi harus meninggalkan Kota Bangkok paling lambat Minggu (14/12) dengan waktu yang telah ditentukan.
Jika Rosi menolak membuat pernyataan tertulis WAKO Konfederasi Asia mengancam akan mendiskualifikasi para atlet Kickboxing Indonesia dari ajang SEA Games 2025 yang telah memasuki babak perempat final.
Pelatih Kickboxing Indonesia Sadarmawati Icen Simbolon juga terkena imbasnya. ID Card nya dan paspornya hendak diambil paksa oleh WAKO Konfederasi Asia.
Padahal ID Card itu sangat penting bagi Icen untuk bisa mendampingi para atlet bertanding. ID Card Icen baru akan dikembalikan oleh WAKO Konfederasi Asia jika Rosi Nurasjati bersedia menandatangi surat pernyataan untuk segera meninggalkan Bangkok.
Baca juga: Ganda campuran Indonesia gagal pertahankan emas SEA Games 2025
"Iya akan dikembalikan jika saya mengikuti deportasinya dari Presiden Wako Konfederasi Asia. Saya tersandera. Kalau enggak balik ke Jakarta maka Icen tidak bisa lagi mendampingi atlet," ujar Rosi.
Menurut Rosi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) perlakuan tidak menyenangkan yang dialaminya di ajang SEA Games 2025 diduga kuat lantaran tuduhan-tuduhan tak berdasar yang dilontarkan WAKO Konfederasi Asia kepadanya.
Antara lain Rosi dituduh melanggar aturan lantaran beberapa kali melakukan protes atas hasil pertandingan kickboxing internasional yang diikuti atlet Indonesia. Salah satunya di ajang SEA Games 2023 di Kamboja. Kemudian Rosi dituduh tidak menunaikan pembayaran iuran ke WAKO Konfederasi Asia.
Itu sebabnya WAKO Konfederasi Asia berupaya melarang keterlibatan Rosi Nurasjati di ajang SEA Games 2025. Padahal sebagai Manajer Kickboxing Indonesia di SEA Games 2025 Rosi Nurasjati diakui secara resmi oleh Kemenpora RI melalui Ketua Tim Verifikasi Kemenpora Prof Yunyun Yundiana.
