Kota Bogor (ANTARA) - Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) IPB University memastikan kurikulum MIPA lebih relevan dan adaptif terhadap perkembangan industri dan dunia kerja.
Dekan Fakultas MIPA IPB University Prof Berry Juliandi yang juga Ketua Bidang Kerja Sama Pendidikan MIPAnet mengatakan selama ini ada anggapan bahwa lulusan MIPA kurang match dengan kebutuhan industri, demikian informasi yang diperoleh dari IPB University Kota Bogor, Senin.
Oleh karena itu, baru-baru ini Fakultas MIPA IPB University menjadi tuan rumah penyelenggaraan lokakarya (workshop) para Dekan Fakultas MIPA, Fakultas Sains dan Teknologi, dan Fakultas Sains dan Matematika dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam MIPAnet.
Melalui lokakarya bertajuk Kurikulum Industri - MIPAnet, pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan MIPA yang relevan dengan industri dan kebutuhan masa depan yang ditopang oleh otomasi, internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), dan teknologi mutakhir lainnya.
Dalam pertemuan tersebut para dekan dan ketua program studi membahas kurikulum, mana yang masih relevan, mana yang perlu diperbarui, dihapus, atau diganti, kata Prof Berry.
Prof Berry menambahkan output utama kegiatan ini adalah rancangan kurikulum baru yang berkesinambungan dengan dinamika industri.
"Kami ingin kurikulum FMIPA di seluruh anggota MIPAnet benar-benar selaras dengan tuntutan industri," katanya.
Sekretaris Jenderal MIPAnet Prof Kuwat Triyana menjelaskan bahwa lokakarya tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkecil kesenjangan kompetensi antara lulusan MIPA dan kebutuhan industri.
Menurut dia, perkembangan industri yang sangat cepat menuntut pembaruan kurikulum secara berkelanjutan.
"Menjembatani kampus dan industri. Banyak bidang di bawah MIPAnet mulai matematika, sains, hingga ilmu komputer yang masih perlu alignment dengan kebutuhan industri," katanya.
Hasil dari lokakarya itu menjadi dasar penyusunan revisi kurikulum di berbagai program studi.
Selain itu juga mengawali tindak lanjut dengan forum lebih besar bersama lebih banyak pelaku industri.
Diharapkan, pembaruan kurikulum di seluruh anggota MIPAnet benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata industri.
MIPAnet adalah jejaring kerja sama nasional Lembaga Pendidikan Tinggi bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) di Indonesia, yang berfungsi sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan publikasi antarfakultas/sekolah MIPA untuk memperkuat kolaborasi, pengembangan pendidikan, riset, dan penerapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Tanah Air.
Sekretariat MIPAnet berada di Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Baca juga: IPB luncurkan dua produk hasil riset sains yaitu Lemonaria dan Botani Bakery
Baca juga: Guru Besar IPB dorong Indonesia jadi pusat halal dunia lewat riset dan inovasi
Baca juga: 40,24 persen mahasiswa IPB ingin jadi profesional di berbagai bidang
