Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengajak segenap masyarakat di daerah itu untuk membantu warga terdampak bencana dengan menggalang donasi bagi korban banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang menyatakan telah menerbitkan surat imbauan nomor 300.2.1/SE-124/BPBD/2025 tentang Kabupaten Bekasi peduli bantuan bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
"Atas nama warga Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan duka mendalam atas bencana yang melanda saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Semoga diberikan ketabahan, semoga cepat pulih dari kondisi bencana, sekaligus saya mengajak masyarakat untuk berempati, membantu saudara kita, apapun jenis bantuan akan kita salurkan," katanya di Cikarang, Rabu.
Baca juga: Lanud Sutan Sjahrir Kota Padang salurkan 3,5 ton bantuan logistik ke Nagari Salareh Aia
Ia mengungkapkan bantuan berbentuk logistik maupun barang dapat disalurkan melalui BPBD Kabupaten Bekasi, sedangkan donasi berupa uang bisa disalurkan melalui rekening Baznas Kabupaten Bekasi.
Dia mengatakan kondisi wilayah terdampak bencana membutuhkan respons cepat serta kolaborasi dari seluruh pihak, sehingga semua perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, dunia usaha maupun klaster logistik kebencanaan diminta turut berpartisipasi.
"Partisipasi dan kepedulian menjadi bentuk dukungan nyata kita bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi musibah besar. Untuk itu, warga Bekasi dan semua perangkat daerah untuk membantu saudara kita yang terkena musibah," katanya.
Ade menekankan jenis bantuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak berdasarkan data dari BNPB. Bantuan logistik, seperti makanan siap saji, perlengkapan tidur, bayi maupun ibadah hingga kesehatan bisa segera disalurkan.
Baca juga: Pemkab Bogor galang aksi solidaritas untuk korban bencana Sumatra
"BPBD Kabupaten Bekasi sudah membuka posko bantuan. Masyarakat yang ingin membantu ditunggu paling lambat 5 Desember 2025 atau sebelum kami salurkan," katanya.
Pemerintah daerah melalui BPBD juga membuka layanan informasi di nomor kontak Ahmad Erlangga (0813-8101-5150) dan Abdul Rahman (0887-8813-722) untuk memudahkan koordinasi penerimaan bantuan.
Bupati Ade berharap gerakan solidaritas ini dapat memperkuat upaya pemulihan bagi para korban bencana di tiga provinsi tersebut, terlebih menurut informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana mengakibatkan kerusakan masif hingga banyak korban jiwa.
BNPB mencatat ribuan rumah rusak, fasilitas umum hancur serta sejumlah wilayah terisolasi akibat akses transportasi dan jaringan internet yang terputus. Sebanyak 442 orang meninggal dunia, sementara 402 jiwa lainnya masih dalam pencarian.
