Jakarta (ANTARA) - Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, yakin seiring waktu larangan suporter tim tamu atau tandang akan dicabut oleh PSSI dan operator BRI Super League, PT I.League.
Namun ia mengingatkan bahwa hal itu membutuhkan waktu sebab masih ada beberapa catatan buruk saat para suporter tim tamu diizinkan mendampingi tim kesayangannya pada pertandingan-pertandingan Liga Indonesia yang sudah dimainkan.
“Idealnya selalu ada penonton tim tamu, mau di mana pun di dunia, tapi karena kita Indonesia nih, Liga Indonesia, berkali-kali setiap datang penonton tim tamu itu pasti ada keributan,” kata Prapanca pada acara Ngopi bareng Persija di Persija Cafe, Jakarta, Kamis.
“Nah pesan saya sama teman-teman Jakmania, kalau andaikan menonton pertandingan tandang, tunjukkan bahwa kita suporter yang damai, ingin menikmati sepak bola, jadi biar kecintaan mereka satu, dan kita (suporter Persija) juga memberikan kontribusi (pembelian tiket) ke tuan rumah,” kata dia melanjutkan.
Persija telah dua kali melakukan pertandingan tandang pada BRI Super League 2025/2026, yakni melawan Persis Solo (16/8) dan Dewa United. Untuk pertandingan melawan Dewa, laga itu dimainkan tanpa penonton, namun pada pertandingan melawan Persis, terdapat ratusan penggemar Persija yang menyaksikan pertandingan itu secara langsung di Stadion Manahan, Surakarta.
