Karawang (ANTARA) - Bupati Karawang Aep Syaepuloh menyampaikan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) ke berbagai masjid setiap malam menjadi kesempatan positif untuk mempererat silaturahim antara pemerintah daerah dengan masyarakat setempat.
"Tarling (Tarawih Keliling) menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat" kata dia disela kegiatan Tarawih Keliling di Masjid Jami Al Huda Desa Cariumulya, Kecamatan Telagasari di Karawang, Selasa.
Dalam satu bulan ini, kegiatan Pemerintah Kabupaten Karawang itu dilaksanakan di 10 tempat, dan satu tempat gabungan dari tiga kecamatan.
Sebanyak 10 lokasi kegiatan Tarawih Keliling tersebut, di antaranya Kecamatan Pakisjaya, Pedes, Cilebar, Cikampek, Majalaya, Lemahabang, Telagasari, Cilamaya Wetan, Pangkalan, dan Karawang Timur.
Baca juga: Bupati Karawang salurkan dana insentif untuk guru ngaji dan marbot
Baca juga: Pemkab Karawang kolaborasikan tarling dengan Gerakan Pangan Murah
Ia mengatakan Tarawih Keliling untuk mempererat tali silaturahim antara jajaran forum koordinasi pimpinan daerah dengan masyarakat di berbagai kecamatan di Karawang.
Ia menjelaskan selain sebagai sarana ibadah bersama, kegiatan Tarawih Keliling juga menjadi ruang dialog secara terbuka bagi masyarakat.
"Tarawih Keliling ini bukan hanya sekadar numpang shalat di masjid. Ini adalah momentum bagi kami untuk bersilaturahmi, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, serta memastikan program-program pemerintah berjalan dan dirasakan manfaatnya," kata dia.
Pada kegiatan Tarawih Keliling, juga digelar Bazar UMKM, dialog dengan masyarakat, tausiah serta penyaluran dana insentif kepada guru ngaji di daerah setempat, sesuai dengan pendataan dilakukan Bagian Kesra Setda Karawang.
Baca juga: Pemkab Karawang kolaborasi tarling dan pasar murah
Berdasarkan data Bagian Kesra Setda Karawang, para penerima dana insentif keagamaan dari Pemkab Karawang tahun ini di antaranya 1.200 amil, 10.656 guru ngaji, 2.442 marbot, serta 4.850 guru madrasah.
Besaran bantuan dana insentif yang diberikan berbeda sesuai kategori penerima. Untuk guru ngaji dengan nilai insentif Rp1,5 juta per orang, guru madrasah dan amil Rp1,2 juta per orang, serta marbot Rp1 juta per orang.
Pewarta: M.Ali KhumainiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.