Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin segera membenahi persoalan sampah di provinsi itu yang menjadi atensi masyarakat, utamanya Kota Banjarmasin yang tengah berstatus darurat sampah usai ditutupnya TPA Basirih.
“Persoalan sampah adalah prioritas kita bersama. Saya dan Wakil Gubernur akan berkeliling ke lokasi darurat setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, karena masih ada sejumlah agenda penting yang harus diselesaikan,” kata Muhidin usai Rapat Paripurna DPRD Kalsel dalam agenda Pidato Perdana Gubernur Kalsel di Banjarmasin, Selasa.
Ia mengatakan beberapa agenda penting tersebut, yakni pertemuan dengan Panglima Kodam VI Mulawarman terkait penempatan prajurit di Provinsi Kalsel untuk mendukung pertahanan wilayah, dan pertemuan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalsel.
“Insyaallah setelah bulan puasa selesai, kami tinjau pembuangan sampah yang dekat terlebih dahulu untuk menentukan langkah selanjutnya," ujarnya.
Baca juga: Kalsel tunggu arahan KLH terkait penertiban 306 TPA sampah se-Indonesia
Baca juga: Kalsel darurat sampah
Dalam menyukseskan program prioritas ini, Muhidin meminta peran serta masyarakat memberikan masukan dan saran agar tuntas sesuai harapan semua pihak.
Selain itu, kata dia, pembangunan prioritas Jembatan Selat Pulau Laut, Kabupaten Kotabaru, dengan panjang sekitar 3,75 kilometer, juga terus digenjot progresnya.
Pemprov Kalsel telah menganggarkan Rp200 miliar dari sisi Batulicin dan Rp300 miliar dari sisi Kotabaru. Pada 2025, Pemprov Kalsel mengalokasikan Rp300 miliar dari sisi Batulicin dan Rp450 miliar dari sisi Kotabaru.
Sehingga, anggaran total mencapai Rp1,2 triliun, sementara anggaran yang diperlukan Rp5,9 triliun, sehingga masih dibutuhkan sekitar Rp4,7 triliun.
Baca juga: DLH Tapin Kalsel sebar kantong sampah di 80 posko Haul ke-20 Guru Sekumpul
“Kami juga sedang fokus menyelesaikan jembatan Pulau Laut, berkolaborasi dengan pusat. Kami mengerjakan ujung, sementara bagian tengah jembatan nanti dibantu dari pusat,” ujar Muhidin.
Terkait situasi darurat sampah di Banjarmasin, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin segera menemui Menteri Lingkungan Hidup untuk membahas TPA Basirih yang ditutup.
“Kami akan paparkan ke Menteri Lingkungan Hidup terkait rancangan strategis untuk menangani persoalan darurat sampah di kota ini,” ujar Yamin.*