Surabaya (ANTARA) - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Muhammad Madyan menegaskan kolaborasi lintas ilmu sebagai kunci menghadapi tantangan global dalam pengukuhan 936 mahasiswa baru pascasarjana Semester Genap 2025/2026 di Gedung Airlangga Convention Center (ACC), Surabaya, Selasa.
“Program pascasarjana menempatkan bapak dan ibu sebagai bagian dari garda terdepan inovasi, riset, dan pengembangan ilmu. Dengan fokus pada pemecahan persoalan pada tataran teoritis dan filosofis. Berbeda dengan pengalaman di jenjang vokasi maupun sarjana,” ujarnya.
Dari total 936 mahasiswa baru yang dikukuhkan, enam orang di antaranya merupakan mahasiswa asing penerima beasiswa Airlangga Development Scholarship (ADS), masing-masing satu mahasiswa dari Sudan, dua mahasiswa dari Kazakhstan, dua mahasiswa dari Yaman, dan satu mahasiswa dari Pakistan.
Selain itu, tercatat tiga penerima beasiswa rektor, empat penerima beasiswa pascasarjana, 25 penerima beasiswa guru, serta 12 penerima beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Baca juga: Pangan Lokal Papua Barat Daya: UNAIR dan Komunitas Sinagi Papua untuk lawan stunting
Baca juga: Unair kukuhkan Prof Dessy Harisanty sebagai guru besar ilmu perilaku komunikasi
Prof Madyan menyampaikan bahwa keputusan melanjutkan studi di jenjang pascasarjana mencerminkan komitmen kuat terhadap pengembangan diri, penguatan keilmuan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, jenjang ini menuntut kedalaman berpikir, ketajaman analisis, dan kemandirian akademik yang lebih tinggi.
Ia juga mengingatkan mahasiswa baru tentang nilai Universitas Airlangga Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent (HEBAT) sebagai fondasi pembentukan karakter akademisi yang unggul dan berintegritas.
“Nilai-nilai inilah yang akan membimbing Bapak dan Ibu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik. Tetapi juga berkarakter kuat, berjiwa kepemimpinan, berjiwa entrepreneurship, serta siap menjadi researcher yang mampu menjawab tantangan global dengan solusi inovatif,” tuturnya.
Baca juga: Unair Surabaya serukan jaga demokrasi dan hentikan kekerasan di Indonesia
Terkait penguatan kapasitas akademik, Rektor mendorong mahasiswa baru untuk aktif memanfaatkan fasilitas riset kampus serta membangun kolaborasi dengan dosen, guru besar, dan sesama mahasiswa lintas bidang.
“Perkuat Jejaring akademik, karena kolaborasi multidisiplin, interdisiplin, dan intradisiplin merupakan kunci dalam menjawab persoalan kompleks masa kini dan masa depan. Jangan ragu untuk bertanya, berdiskusi, dan berdialektika secara konstruktif. Teruslah mendorong batas-batas pengetahuan,” katanya.
Prof Madyan menegaskan bahwa komitmen, ketekunan, kejujuran, dan etika luhur merupakan kunci utama keberhasilan dalam menempuh pendidikan pascasarjana.
“Perjalanan ini mungkin penuh tantangan, namun juga sarat makna dan kepuasan. Unair akan senantiasa mendampingi dan mendukung setiap langkah Anda menuju puncak keilmuan dan profesionalisme,” katanya.
