Depok (ANTARA) - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah berharap koperasi tidak hanya mengejar omzet atau keuntungan, tetapi juga fokus pada manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Seharusnya kalau koperasi tumbuh dan berkembang, ada dampaknya. Minimal angka kemiskinan bertahan atau menurun,” kata Chandra di Depok, Minggu.
Chandra mendorong agar koperasi-koperasi tersebut bergabung dengan Dekopinda serta memiliki parameter yang jelas dalam memberikan dampak nyata bagi kota Depok.
“Kalau koperasinya banyak tapi gini rasionya tidak turun, berarti koperasi tidak menjadi alat ekonomi bersama, malah berpotensi jadi alat ekonomi pribadi. Itu tidak sesuai dengan tujuan koperasi,” tegasnya.
Baca juga: Dekopin Jabar ajak generasi muda terlibat jalankan usaha koperasi
Ia menegaskan, koperasi bukan hanya alat ekonomi, melainkan cerminan nilai gotong royong, keadilan, martabat, dan kemanusiaan.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan berbangsa dan bernegara, khususnya Pancasila sila kelima tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dari hasil evaluasi koperasi Merah Putih, Chandra menekankan bahwa indikator keberhasilan koperasi bukan semata omzet, revenue atau laba, melainkan jumlah anggota.
Faktanya, dari 63 koperasi Merah Putih di Depok, belum satu pun yang memiliki anggota lebih dari 1.000 orang.
“Perwujudan koperasi sebagai alat ekonomi bersama itu ada pada asas kekeluargaan, dan itu tercermin dari jumlah anggota,” ujarnya.
Baca juga: DKUM gelar monev Satgas pembentukan koperasi merah putih
Ia pun mendorong agar mayoritas anggota koperasi berasal dari generasi Z dan milenial.
Dengan jumlah usia produktif di Kota Depok mencapai 1.063.000 jiwa, Chandra optimistis apabila kelompok ini menjadi anggota koperasi yang aktif dan produktif, rasio gini akan menurun dan dampaknya akan terlihat pada pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi kita sekarang di angka 5–6 persen itu biasa-biasa saja, belum luar biasa,” katanya.
Chandra juga mengingatkan agar koperasi tidak berubah menjadi alat untuk memperkaya segelintir orang.
Menurutnya, pekerjaan rumah terbesar koperasi saat ini adalah meningkatkan jumlah anggota dan benar-benar menjadi perekonomian bersama.
Baca juga: Koperasi Merah Putih kuatkan ekonomi kerakyatan
Sebagai masukan, Chandra mengusulkan agar koperasi dapat dikenalkan sejak dini melalui dunia pendidikan, misalnya dengan menjadikan koperasi sebagai kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan begitu, anak-anak bisa langsung mempraktikkan nilai-nilai koperasi dan merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, koperasi juga dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman.
Transformasi digital disebutnya sebagai keniscayaan di tengah cepatnya disrupsi teknologi di semua lini.
Chandra mengajak masyarakat mulai memperkenalkan koperasi kepada keluarga masing-masing, khususnya kepada anak-anak, dan mendorong mereka menjadi anggota koperasi.
“Dari keluarga, dari lingkungan terdekat, koperasi bisa tumbuh menjadi kekuatan ekonomi bersama,” ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.