Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan operasional unit-unit pompa permanen (stasioner) dan pompa bergerak (mobile) di lokasi-lokasi terdampak banjir akibat curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diprediksi masih terjadi hari ini dan beberapa waktu ke depan.
"Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen," kata Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Nugraharyadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Saat ini terdapat 668 unit pompa permanen di 243 lokasi dan 536 unit pompa bergerak di lima wilayah administrasi Jakarta.
Selain pompa, Dinas SDA DKI juga menyiagakan personel (pasukan biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta.
"Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir," kata dia.
Baca juga: Hujan sangat lebat berpotensi guyur wilayah Jakarta sampai 24 Januari 2026
Baca juga: Banjir di jalan layang Pesing akibat sumbatan pada pipa pembuangan
Baca juga: BPBD DKI: Banjir rendam 132 RT dan 22 jalan di Jakarta
Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak.
Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
Masyarakat dapat memantau perkembangan Tinggi Mula Air (TMA) melalui https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id. Selain itu aplikasi JAKI atau menghubungi 112 jika mendapatkan kondisi darurat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta pada 22-24 Januari 2026.
Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22-23 Januari 2026, hujan lebat hingga sangat lebat akan terjadi pada 24 Januari 2026.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti genangan hingga banjir di sejumlah wilayah di DKI Jakarta.
