Kabupaten Bogor (ANTARA) - Bupati Bogor Rudy Susmanto menetapkan Desa Gunungputri sebagai prototipe desa terpadu yang akan dibangun secara menyeluruh pada 2026 sebagai upaya menghadirkan dampak pembangunan yang nyata bagi masyarakat.
Rudy di Cibinong, Selasa, menegaskan, pembangunan desa tidak cukup hanya berhenti pada apresiasi simbolik, melainkan harus diwujudkan melalui perubahan nyata di lapangan. Desa Gunungputri dinilai layak mendapat perhatian lebih setelah meraih juara ketiga ajang Gapura Seribu Padjadjaran tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Bukan soal juara satu, dua, atau tiga, tetapi Desa Gunungputri sudah membawa nama baik Kabupaten Bogor, maka wajah desanya harus benar-benar berubah,” ujar Rudy.
Ia meminta seluruh perangkat daerah melakukan intervensi pembangunan secara terpadu. Dinas Pekerjaan Umum (PU) diminta menata dan memperbaiki infrastruktur jalan, sekaligus menginventarisasi kewenangan penanganan jalan lingkungan dan saluran irigasi.
Baca juga: Bupati Bogor: Rp150 miliar untuk sambungkan Bomang-Tegar Beriman
Selain itu, pengelolaan sumber daya air, khususnya Setu Gunungputri, diminta segera ditangani agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat.
Di bidang pertanahan, Rudy menekankan percepatan legalitas lahan melalui program redistribusi tanah agar masyarakat memperoleh kepastian hukum atas kepemilikan lahan.
“Program redistribusi tanah harus diprioritaskan agar tidak ada lagi jawaban ‘masih dalam proses’ tanpa kepastian waktu,” katanya.
Pada sektor perhubungan, Rudy menginstruksikan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) agar wilayah Gunungputri tidak lagi gelap pada malam hari. Sementara BPBD bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diminta mengkaji pengadaan kapal wisata di Setu Gunungputri yang dapat berfungsi ganda untuk penanganan bencana dan pengembangan pariwisata.
Rudy juga meminta Dinas Lingkungan Hidup melakukan penghijauan kawasan Gunungputri yang selama ini identik dengan kawasan industri, termasuk mendorong pembagian bibit buah kepada warga agar kawasan tersebut berkembang menjadi sentra buah.
Baca juga: Bupati Bogor: Underpass Citayam-Bojonggede solusi macet di perbatasan
Selain pembangunan fisik dan lingkungan, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta mendorong transformasi kantor desa menjadi kantor desa digital, serta memperkuat identitas wilayah, khususnya di Exit Tol Gunungputri sebagai salah satu gerbang masuk Kabupaten Bogor.
“Ketika orang keluar dari Exit Tol Gunungputri, harus langsung tahu bahwa mereka masuk Kabupaten Bogor, bahkan ke Desa Wisata Gunungputri,” ujar Rudy.
Ia menargetkan, seluruh perangkat daerah bersama pemerintah desa dapat bergerak serentak setelah Hari Raya Idul Fitri. Desa Gunungputri akan dijadikan prototipe pembangunan desa terpadu yang nantinya dapat direplikasi ke desa-desa lain di Kabupaten Bogor.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.