Kabupaten Bekasi, Jabar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II mulai menormalisasi saluran sekunder Bendung Kedung Gede (BKG) di Kecamatan Pebayuran sebagai upaya pemulihan pascabanjir sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi irigasi pertanian.

Area normalisasi mencakup bentang saluran sepanjang 25 kilometer mulai dari BKG 15-BKG 40.

"Mengingat cakupan yang cukup panjang, pelaksanaan normalisasi diprioritaskan pada titik-titik yang dinilai paling urgent dan kritis," kata Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha di lokasi, Selasa.

Ia menyampaikan kegiatan normalisasi ini menjadi bagian penting dalam penanganan usai bencana banjir yang berdampak langsung pada sektor pertanian masyarakat khususnya area sawah-sawah di wilayah hilir.

"Normalisasi ini tujuannya supaya air irigasi bisa kembali mengairi seluruh sawah-sawah yang ada, terutama sawah yang berada di wilayah hilir seperti Desa Karangharja dan Desa Karangsegar," katanya.

Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan sejumlah lintas sektor terkait di antaranya aparatur Kecamatan Pebayuran, Koramil dan Polsek Pebayuran, BBWS Citarum, PJT II, Dinas SDABMBK, Kementerian Pertanian, pemerintah desa hingga masyarakat setempat.

"Kami terus bahu-membahu, melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan ini berjalan efektif dan segera terselesaikan secara maksimal," katanya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menyatakan kegiatan normalisasi di titik tersebut ditargetkan tuntas dalam kurun waktu satu bulan ke depan.

Sebanyak dua alat berat jenis ekskavator dikerahkan untuk optimalisasi pekerjaan tersebut.

Satu alat milik PJT II ditempatkan di BKG 16 sedangkan milik Dinas SDABMBK berada pada titik BKG 26.

Henri berharap pekerjaan normalisasi ini dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani sekaligus menjadi langkah antisipasi mengurangi potensi banjir maupun gangguan irigasi di masa mendatang.

"Melalui sinergi lintas instansi ini, semoga bermanfaat bagi petani-petani kita agar mereka dapat kembali beraktivitas normal usai terdampak banjir. Dengan upaya percepatan ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengangkat perekonomian petani lokal kita," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026