Depok (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Jawa Barat memperkuat edukasi dan pencegahan kasus superflu agar masyarakat bisa terhindar dari penyakit tersebut.
"Hingga saat ini belum ditemukan kasus terkonfirmasi varian Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di wilayah Kota Depok," kata Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati di Depok, Jumat.
Walaupun belum ditemukan kasus superflu, Dinkes Kota Depok tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat berbagai langkah pencegahan.
"Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah kasus superflu di Kota Depok. Kami meningkatkan edukasi kepada masyarakat, agar dapat melakukan upaya pencegahan," ujarnya.
Baca juga: Kemenpar tekankan protokol CHSE antisipasi penyebaran super flu
Baca juga: Bandarlampung belum terima laporan adanya kasus Superflu
Dikatakan Mary, edukasi dilakukan berupa sosialisasi pencegahan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Selain itu, lanjut Mary, pihaknya melakukan upaya penguatan surveilans yang dilakukan oleh seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
"Juga dilakukan sistem pelaporan, jika ada laporan kasus untuk ditindaklanjuti kembali oleh petugas kesehatan," jelasnya.
Baca juga: Dinkes Cianjur sebut Superflu dapat diatasi dengan PHBS
Dikatakan Mary, pihaknya juga melakukan kesiapsiagaan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dengan begitu, jika masyarakat mengalami keluhan dapat melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Masyarakat diminta melaporkan jika mengalami gejala superflu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Depok perkuat edukasi dan pencegahan kasus superflu
Jumat, 9 Januari 2026 19:51 WIB
Kepala Dinkes Kota Depok Mary Liziawati. ANTARA/Feru Lantara
