Jakarta (ANTARA) - Timothy Ronald memang dikenal sebagai triliuner muda yang sering membagikan edukasi keuangan di media sosial. Namun siapa sangka, penulis sekaligus komika terkenal Raditya Dika ternyata juga mahir soal perencanaan keuangan.
Dalam siniar bersama Timothy Ronald, Kamis (08/01), Radit, sapaan akrabnya, menjelaskan bagaimana dirinya belajar cara uang bekerja hingga menyiapkan dana pensiun sejak duduk di bangku kuliah, tepatnya ketika berusia 21 tahun, sebelum merilis buku pertamanya.
“Kalau gue nggak invest gue rugi. Jadi pegangannya itu dulu. Berarti gue harus belajar investasi. Dari situ pelan-pelan investasi buat apa. Akhirnya ketemu, untuk bisa mendapatkan kebebasan di masa tua nanti, harus punya dana pensiun,” ujarnya.
Kesadaran akan keuangan sejak dini itu lahir dari rasa takutnya akan masa depan seorang seniman. Pasalnya kala itu, menjadi seorang seniman tidak memiliki pendapatan yang tepat, sehingga mendorong dirinya untuk belajar keuangan lebih dini.
Walau Radit tidak membagikan berapa besaran dana pensiunnya, namun ia memastikan bahwa kelas aset yang dipilih memiliki risiko tinggi. Ia mengaku bahwa dana pensiun yang dikumpulkannya itu masih terus dipersiapkan hingga saat ini.
“Thought process-nya itu seperti apa? Apakah bang Radit penganut John Bogel dengan pure indexing? Atau stock picking sedikit-sedikit, apa sih metodologinya,” tanya Timothy.
“Dari jaman gue muda sampe sekarang suka coba kombinasi sih. Ada yang coba top value, ada juga yang reksa dana indeks, gue nyampur sih sebenernya. Full seratus persen equity Indonesia. Nah, beberapa tahun belakangan gue diversifikasi ke luar (negeri),” jawabnya.
Radit juga membagikan tips untuk meningkatkan savings rate serta terlepas dari hedonic treadmill atau kebiasaan hedonis yang berulang. Salah satunya, melihat bagaimana pekerjaan menjadi sumber kekayaan, sementara investasi membantu tujuan keuangan.
“Makanya waktu gue paling banyak meningkatkan penghasilan, biar investment rate gue bisa tinggi. Yang paling utama memperbanyak revenue stream. Jadi gimana caranya uang yang masuk itu dari berbagai macam hal yang bisa gue lakukan,” katanya.
Karenanya, Radit memberikan saran bagi anak muda yang ingin memiliki kebiasaan menabung, maka harus punya kebiasaan bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Lalu, mencatat pengeluaran setiap saat dan menyesuaikan pengeluaran setiap bulannya.
