Jakarta (ANTARA) - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi melaporkan bahwa pihaknya telah menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan selama tahun 2025 yang diikuti sekitar 9,93 juta peserta.

“Periode 1 Januari hingga dengan 31 Desember tahun 2025, OJK telah menyelenggarakan 6.548 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 9,93 juta peserta di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 di Jakarta, Jumat.

Platform digital Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi, telah menerbitkan 340 konten edukasi dengan total 3.471.622 viewers.

Selain itu, terdapat 43.635 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) dengan total akses modul sebanyak 30.395 kali dan penerbitan 18.249 sertifikat kelulusan modul.

Baca juga: OJK sebut "Love scam" menjadi tren kejahatan finansial yang sedang meningkat

Pada periode Januari sampai dengan 31 Desember 2025, lanjutnya, telah diselenggarakan implementasi GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) melalui penyelenggaraan 58.637 program di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut terdiri atas Edukasi Keuangan Langsung sebanyak 37.203 kegiatan serta Edukasi Keuangan Digital sebanyak 21.434 konten. Dalam pelaksanaan program GENCARKAN, telah menjangkau 98,05 persen kabupaten/kota di Indonesia.

Upaya peningkatan literasi keuangan tersebut didukung oleh penguatan program inklusi keuangan melalui kolaborasi dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh provinsi (38 provinsi) dan kabupaten/kota (514 kabupaten/kota) di Indonesia.

Pihaknya turut bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan adan Pusat Statistik (BPS) untuk meningkatkan literasi maupun inklusi keuangan.

Baca juga: OJK minta PPATK telusuri transaksi keuangan pada rekening PT Dana Syariah Indonesia

Selain itu, OJK bersama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), dan Komisi Nasional Disabilitas berkolaborasi meluncurkan buku pedoman literasi keuangan bagi penyandang disabilitas.

Kolaborasi lain dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta praktisi pendidikan yang telah mengadakan pilot project implementasi bahan ajar literasi keuangan untuk pelajar di seluruh Indonesia.

Dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, OJK menggelar kegiatan edukasi keuangan untuk perempuan Indonesia dalam rangka memperingati hari Ibu.

Sebagai usaha mengembangkan TPAKD, telah diselenggarakan rapat koordinasi daerah disertai dengan bimbingan teknis (bimtek)/coaching clinic guna meningkatkan kapasitas para anggota.

“(Bimtek) termasuk penyampaian materi sosialisasi roadmap TPAKD 2026-2030, kemudian juga Indeks Akses Keuangan Daerah (IAKD), serta refreshment pelaporan melalui SiTPAKD (Sistem Informasi TPAKD),” ungkap dia.



Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026