Mukomuko (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meluncurkan inovasi Genting Tenan atau Gerakan Penanganan Stunting Terpadu dan Berkelanjutan sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di daerah itu.
Program yang digagas Kecamatan XIV Koto tersebut mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat langsung sebagai bapak angkat bagi anak-anak yang mengalami stunting.
“Pemerintah daerah mengapresiasi inovasi ini dan harapan semua kecamatan dan desa mengambil peran masing-masing untuk melakukan penanganan dan penurunan kasus stunting,” kata Asisten I Bagian Kesra dan Pemerintahan Setdakab Mukomuko, Haryanto, di Mukomuko, Sabtu (29/11).
Haryanto mengatakan, inovasi yang diinisiasi Kecamatan XIV Koto ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat gerakan bersama mengatasi persoalan stunting.
Melalui pola kolaborasi, setiap pihak diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, termasuk menjadi bapak angkat bagi anak-anak yang teridentifikasi mengalami stunting.
Ia meyakini, apabila edukasi gizi dan pola pengasuhan dilakukan secara berkesinambungan, maka angka stunting di daerah yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat ini dapat ditekan secara signifikan.
