Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengirimkan personel dari sejumlah perangkat daerah terkait guna mendukung optimalisasi pelaksanaan operasi gabungan kepolisian dengan kata sandi Ketupat Jaya yang berlangsung mulai 13-25 Maret 2026.

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2026 melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah guna mengamankan wilayah sekaligus melayani para pemudik pada periode Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Kami memberikan atensi penuh terhadap pelaksanaan operasi ini melalui keterlibatan berbagai perangkat daerah, mulai dari Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas hingga pengamanan jalur-jalur strategis maupun dinas-dinas lain sesuai tugas dan fungsi masing-masing," katanya di Cikarang, Selasa.

Ia menjelaskan selain Dinas Perhubungan yang akan membantu pengaturan lalu lintas, sejumlah perangkat daerah lain juga telah diinstruksikan melakukan langkah antisipasi. Bina Marga memperbaiki jalan berlubang, Dinas Kesehatan menyiapkan layanan kesehatan dan obat-obatan darurat di jalur mudik.

"Obat-obat emergensi harus lengkap, termasuk penanganan awal bagi korban kecelakaan di jalur utama. Tenaga medis yang kompeten juga harus disiapkan di titik-titik pelayanan," katanya.

Jajaran Satpol PP juga diinstruksikan untuk meningkatkan penertiban di kawasan pasar maupun pusat keramaian agar tidak mengganggu arus lalu lintas, khususnya di titik yang sering menjadi persinggahan pemudik maupun simpul kemacetan.

Pemkab Bekasi juga terus berupaya mengantisipasi potensi bencana serta memastikan stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Sinergi dan kolaborasi yang solid antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci utama menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama arus mudik hingga arus balik," katanya.

Dia menekankan sinergi seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik penting mengingat Kabupaten Bekasi merupakan daerah penyangga Ibu Kota sekaligus kawasan industri terbesar di Asia Tenggara.

Menurut dia wilayah Kabupaten Bekasi menjadi jalur strategis yang bakal dilalui pemudik karena dilintasi jalan Nasional, provinsi hingga Ruas Tol Jakarta-Cikampek.

"Kabupaten Bekasi merupakan penyangga dan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan sekitar 7.800 perusahaan. Wilayah ini juga menjadi jalur mudik karena dilintasi jalan nasional dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek sehingga perlu koordinasi lintas sektor agar situasi tetap tertib, aman dan kondusif," ujarnya.

Ia juga menyebut Kabupaten Bekasi memiliki 3,4 juta penduduk dengan sebagian besar merupakan warga pendatang. Kondisi tersebut membuat banyak lingkungan perumahan ditinggalkan saat musim mudik sehingga pengamanan lingkungan perlu diperkuat.

Kapolres Metro Bekasi Komisaris Besar Pol. Sumarni menegaskan Operasi Ketupat Jaya 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan dengan tujuan memastikan keamanan serta kelancaran arus mudik maupun perayaan Idul Fitri bagi masyarakat.

Kapolres mengaku sejumlah potensi kerawanan perlu diantisipasi, salah satunya terkait ketersediaan dan harga bahan bakar minyak menjelang arus mudik. Hal tersebut dinilai penting karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran berpotensi meningkatkan konsumsi BBM.

"Situasi ini tentu memerlukan pengamanan yang signifikan dari seluruh pihak agar Kabupaten Bekasi tetap aman dan kondusif," katanya.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor : Budi Setiawanto

COPYRIGHT © ANTARA 2026