Jakarta (ANTARA) - Yayasan Wakaf Paramadina meresmikan kampus baru di bilangan Cipayung, Jakarta Timur sebagai salah satu upaya meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
"Hari ini adalah hari yang membahagiakan, dan setahun dua tahun terakhir ini adalah perwujudan dari kampus ini, karena gedung ini merupakan satu perjuangan yang cukup panjang," kata Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J. Rachbini di sela peresmian di Jakarta, Rabu.
Didik mengucapkan terima kasih kepada para mitra dan donatur yang membantu menyelesaikan pembangunan kampus delapan lantai ini, sehingga nantinya fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh ribuan sivitas akademika Universitas Paramadina.
Baca juga: Lippo Cikarang 'Goes to Campus' hadir di Universitas Paramadina
Baca juga: Universitas Paramadina dukung dan serukan gerakan Antikorupsi di Hakordia 2024
Sementara itu, Muhammad Jusuf Kalla mewakili Yayasan Wakaf Paramadina mengatakan berdirinya gedung kampus baru di Cipayung ini menandai titik awal kebangkitan ide keislaman dan keindonesiaan yang diserukan Paramadina selama 30 tahun terakhir.
"Kenapa bisa sampai begini? Karena ide ini dipertahankan, idealisme yang dipertahankan. Membawa Indonesia lebih maju dan bagaimana kita semua diberikan intelektualisme, tapi tidak bertentangan satu sama lain. Inilah suatu ide dasar dari pendidikan ini. Kita harus melihat ini sebagai upaya membangun intelektualisme kecendekiaan yang baik. Bisa saja orang cendekia, tapi pikirannya tidak menuju ke situ. Karena itulah harus dijaga visi dan misi universitas sejak awal," kata Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI itu.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto yang hadir secara daring mengucapkan selamat kepada Universitas Paramadina atas berdirinya kampus baru ini.
Baca juga: Indocement dan Universitas Paramadina kolaborasi DALAM PPM di Bogor
Menurutnya, ini adalah momentum bersejarah yang menandai komitmen kuat Universitas Paramadina dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul dan relevan bagi kebutuhan bangsa.
"Semoga kampus ini menjadi pusat lahirnya pemikiran kritis, inovasi, dan karya nyata bagi kemajuan masyarakat," tutur Brian Yuliarto.
