Surabaya (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan kasus meninggalnya balita Raya (4) asal Sukabumi akibat infeksi cacing menjadi pelajaran penting perbaikan layanan kesehatan dasar dan lingkungan.
"Kasus di Sukabumi ini bukan hanya masalah pelayanan kesehatan semata, tapi juga menyangkut kondisi rumah, sanitasi, jamban, mandi cuci kakus (MCK), dan lingkungan sekitar. Jadi ini bagi kami adalah sebuah alarm nasional," kata Pratikno di Surabaya, Sabtu.
Raya, anak dari pasangan Udin (32) dan Endah (38), meninggal dunia usai dirawat di RSUD Syamsudin pada 13 Juli 2025.
Saat itu, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diduga mengalami komplikasi akibat tuberkulosis (TBC). Namun, selama perawatan tim medis menemukan banyak cacing keluar dari tubuhnya.
Menko PMK menyebutkan setelah mendapat laporan peristiwa tersebut, pihaknya langsung mengirimkan tim ke Sukabumi untuk melakukan penanganan cepat.
Salah satu kendala yang ditemukan adalah keluarga korban tidak memiliki dokumen administrasi kependudukan.
“Berkat koordinasi lintas kementerian, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) telah menerbitkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga untuk seluruh anggota keluarga, sekaligus mendaftarkan mereka ke dalam kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” ujarnya.
