Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus berupaya melakukan reduksi sampah dengan beberapa cara untuk meminimalkan pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Asnur di Solok Selasa mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Solok ialah mendirikan Bank sampah induk serta mengukuhkan bunda lingkungan hidup.
"Upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap pentingnya pelestarian lingkungan hidup serta mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan di Kabupaten Solok," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 140 ton sampah setiap bulannya di Kabupaten Solok, dan hanya sekitar 40 ton yang didaur ulang dan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Menurut dia, tujuan pengukuhan bunda lingkungan hidup dan pengadaan Bank Sampah Induk adalah untuk menyusun strategi dan langkah konkret dalam pengelolaan lingkungan di Kabupaten Solok.
Selain itu, pengukuhan bunda lingkungan hidup Kabupaten Solok juga sebagai simbol dukungan terhadap program pelestarian lingkungan.
"Tidak hanya itu, peluncuran Bank Sampah Induk sebagai langkah awal dalam pengelolaan sampah secara terstruktur dan efisien di tingkat kabupaten," katanya.
Bunda Lingkungan Hidup Kabupaten Solok Nia Jon Firman Pandu sangat mengapresiasi kegiatan pengukuhan bunda lingkungan hidup tersebut.
"Saya merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk bisa berperan aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan hidup di daerah kita tercinta ini," katanya.
Baca juga: TPA regional jadi solusi penanganan sampah perkotaan
Baca juga: Kementerian Lingkungan Hidup ingatkan penanganan sampah butuh biaya