Surabaya (ANTARA) - PT PAL Indonesia berupaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekosistem pesisir pantai Surabaya, Jawa Timur, dari abrasi dengan menanam ratusan bibit mangrove di kawasan hutan mangrove Wonorejo.
“Sebagai industri maritim nasional yang berada di Surabaya, kami punya tanggung jawab sosial dan lingkungan khususnya menjaga kelestarian lingkungan di wilayah pesisir,” kata General Manager Divisi Management Aset, Infrastruktur & K3LH [MATRA] PT PAL Indonesia Muhadjir di Surabaya, Minggu.
Muhadjir menyatakan kegiatan bertajuk Growing Together for Environmental Suistainability ini sekaligus menjalankan amanat Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021, tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Baca juga: Pemkab Trenggalek tanam 750 bibit mangrove di kawasan Pancer Cengkrong
Baca juga: Kodim bersama pelajar tanam bibit pohon mangrove di Majene
Peraturan itu menekankan bahwa setiap pelaku usaha harus mengedepankan perlindungan lingkungan pada kegiatan operasionalnya.
Agar implementasi peraturan tersebut lebih maksimal, sambung Muhadjir, seluruh karyawan PT PAL harus memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan.
“Untuk itu, pada kegiatan penanaman mangrove kali ini kami murni melibatkan karyawan,” ujarnya.
Muhadjir pun memastikan pihaknya akan terus berkomitmen melaksanakan program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berkelanjutan demi mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi semua.
Baca juga: Pertamina dan warga tanam 6.606 bibit pohon lestarikan lingkungan
Terlebih, keberadaan hutan mangrove bagi kota yang berada di pesisir sangat penting termasuk bagi kota Surabaya karena dapat mencegah abrasi sekaligus menjadi tempat hidup berbagai satwa.
Tercatat kawasan hutan mangrove khususnya di daerah Wonorejo memiliki 140 spesies burung terbesar di Pulau Jawa dengan sekitar 84 spesies di antaranya merupakan spesies menetap, 12 spesies dilindungi, dan 44 spesies migran.
“Kami percaya upaya pelestarian lingkungan tidak hanya bermanfaat bagi keberlanjutan alam tetapi juga bagi masyarakat dan generasi mendatang,” kata Muhadjir.