Tanjungpinang (ANTARA) - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad berkomitmen melanjutkan revitalisasi objek wisata Pulau Penyengat dengan fokus pada penambahan serta perbaikan infrastruktur dan situs-situs bersejarah.
Ansar menginstruksikan jajarannya memperbaiki sejumlah fasilitas, antara lain perbaikan kotak Al-Qur’an, penambahan kipas angin untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, serta perbaikan area sekitar masjid yang mengalami kebocoran.
"Saya juga minta Kadis PUPR Kepri memperbarui tulisan Gurindam 12 yang terdapat di area makam, lalu membangun tempat wudhu bagi pengunjung, serta menyediakan lemari penyimpanan untuk buku Yasin yang digunakan dalam do'a dan tahlil," kata Gubernur Ansar didampingi sejumlah kepala OPD saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Jumat.
Gubernur juga menginstruksikan perbaikan sumur tua yang berada di bawah balai adat agar tampak lebih indah dan layak dikunjungi. Jika anggaran memungkinkan, halaman di kawasan balai adat juga akan direnovasi untuk mempercantik lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan ini, Ansar turut menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Pulau Penyengat yang berlubang atau belum mengalami revitalisasi akan segera diperbaiki agar kenyamanan dan aksesibilitas bagi masyarakat dan wisatawan semakin meningkat.
Ansar melanjutkan revitalisasi Pulau Penyengat sudah diusulkan kepada Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (26/3).
Pulau Penyengat bukan hanya destinasi wisata religi dan sejarah, tetapi juga simbol kejayaan Kesultanan Riau-Lingga yang harus terus dilestarikan. Pulau Penyengat ini adalah aset berharga yang harus kita rawat dengan baik.
Baca juga: Muhaimin Iskandar apresiasi revitalisasi Pulau Penyengat
Baca juga: Wamenpar sebut Pulau Penyengat Riau kaya akan potensi wisata budaya dan sejarah
Baca juga: Pulau Penyengat ditargetkan jadi destinasi wisata berbasis budaya di Kepri
Pewarta: OgenEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026