Jakarta (ANTARA) - Pengamat BUMN dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Toto Pranoto mengungkapkan model Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) lebih mirip dengan Khazanah yang bisa menjadi pilihan yang lebih tepat bagi Indonesia.
Keberadaan BUMN yang tidak hanya bertujuan komersial tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi.
“Menurut saya modelnya Khazanah itu mungkin agak lebih tepat dibandingkan dengan yang fully komersial seperti Temasek,” jelas Toto dalam keterangannya, Sabtu.
Khazanah Malaysia, menurutnya, mengelola tidak hanya portofolio aset tetapi juga aset strategis yang berperan dalam pembangunan negara, seperti proyek infrastruktur besar. Sebagai contoh,
Khazanah pernah ditugaskan untuk membangun Kota Iskandar di Malaysia, yang menjadi bagian dari agenda pembangunan ekonomi negara.
"Kan dalam UU (19/2003) BUMN juga bilang bahwa tujuan BUMN bukan hanya komersial, tapi juga punya tugas public service obligation untuk penugasan bidang bisnis baru," tutur dia.
Lalu untuk struktur organisasinya, Danantara juga bisa mencontoh dari Khazanah, dengan Chairman Khazanah ditempati oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim secara ex officio. Danantara juga dinilai sudah tepat, dengan menempatkannya langsung di bawah Presiden Prabowo Subianto.
"Untuk menghindarkan sebanyak mungkin intervensi yang tidak diperlukan. Danantara kan sama desainnya, nanti dia langsung bertanggungjawab kepada presiden," terang Toto.
Toto mengingatkan bahwa keberhasilan super holding company di negara-negara lain seperti Temasek dan Khazanah tidak lepas dari pengelolaan yang bebas dari politik, dengan pemimpin yang memiliki kompetensi tinggi dan pengalaman dalam dunia investasi.
“Yang ingin saya sampaikan adalah mereka benar-benar harus dikelola secara profesional. No politics tentunya,” katanya.
Dengan pengelolaan yang lebih profesional, ia menilai Danantara bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Danantara yang berperan sebagai superholding dapat berfungsi sebagai kendaraan untuk menarik investor global.
"Danantara bisa menjadi mitra kredibel yang dipercaya investor asing, mengingat aset yang dikelolanya cukup besar," ujar Toto.
Baca juga: Percepat Pembentukan Danantara, Prabowo mesti turun langsung
Baca juga: Danantara dinilai mampu mengungguli Temasek, begini Syaratnya
Baca juga: Pengamat: Danantara bisa jadi pilar penting perekonomian nasional
