"Personel sudah siap diterjunkan untuk mengamankan tahapan pemilu," kata Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Wicaksono, di Karawang, Jumat.
Ia menyampaikan, untuk memastikan pengamanan pemilu, maka digelar simulasi sistem pengamanan dalam kota (Sispamkota) dengan melibatkan 450 personel dari Polres Karawang dan TNI.
Dengan simulasi Sispamkota, katanya, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan personel khususnya di bidang Dalmas.
Menurut dia, berdasarkan indeks kerawanan pemilu dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Karawang merupakan salah satu daerah rawan keamanan saat penyelenggaraan Pemilu 2024.
Karawang menduduki peringkat 10 dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat yang paling rawan gangguan keamanan.
"Kami mengantisipasi situasi keamanan saat pemilu nanti dengan melakukan simulasi sistem pengamanan," katanya.
Sementara itu, dalam simulasi Sispamkota pada Operasi Mantap Brata Lodaya 2023-2024, di Lapang Karangpawitan, Karawang, Jumat, menggambarkan adanya massa pendukung pasangan calon yang tidak terima hasil penghitungan suara, dihadang aparat keamanan hingga terjadi kekacauan.
Dalam simulasi, tim Dalmas Polres Karawang sudah bersiap membentuk formasi dalam menghadapi para pengunjukrasa yang bergerak menuju kantor KPU Karawang.
Tak hanya itu, dalam simulasi, polisi tampak melakukan negosiasi dengan pengunjuk rasa, sehingga mereka menerima jawaban dari hasil negosiasi tersebut.
Beberapa sesi pencegahan hingga penanganan massa, sampai diturunkan mobil water cannon di antara pertahanan Dalmas, untuk mengurai massa yang disimulasikan anarkis.
Pewarta: M.Ali KhumainiEditor : Budi Setiawanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.