Bekasi, (Antaranews Bogor) - Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat ada sembilan titik terminal bayangan kendaraan bertonase berat di daerah ini.
"Keberadaan terminal bayangan menjadi persoalan tersendiri bagi pengguna jalan dan lingkungan sekitar karena menimbulkan dampak kemacetan dan kebisingan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman di Bekasi, Rabu.
Terminal bayangan itu sering dimanfaatkan pengendara truk kontainer, bus, dan sejenisnya untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang.
Titik tersebut berada di Lingkar Pasar Pondokgede, sekitar Rawa Panjang, samping GOR Kota Bekasi, sekitar pusat perbelanjaan Mega Bekasi Hypermal, skitar Tol Komsen, Jalan Narogong tepatnya di sekitar Pasar Bantargebang.
Pintu gerbang Stasiun Kranji, Jalan Baru Kranji, Jalan Ahmad Yani, dan beberapa tempat lainnya.
Menurut dia, sudah saatnya Kota Bekasi memiliki terminal transit khusus angkutan barang antarkota-antarprovinsi yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang.
Menurutnya, lokasi ideal untuk terminal tersebut berada di Rawapasung, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat seluas 2 hektare.
"Saya sudah perintahkan staf saya mengecek historis lahan itu, selanjutnya seluruh truk ini akan kita dorong ke Rawapasung," katanya.
Terminal angkutan barang itu, kata dia, efektif menghilangkan parkir liar yang kerap memakan badan jalan, dan mengganggu estetika kota.
"Dengan begitu kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan transportasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik," katanya.
Dishub: Bekasi miliki sembilan terminal bayangan truk
Rabu, 31 Desember 2014 20:27 WIB
Ilustrasi, terminal bayangan truk (Foto Antara/Yudi Abdulah)
