Sukabumi (Antara) - Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi mencatat sebanyak 36 warga Desa Langensari, Kecamatan Parungkuda terjangkit penyakit Chikungunya yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.
"Penyakit tersebut sudah menjangkiti warga Desa Langensari sejak dua hari terakhir dan kami sudah melakukan penanggulangan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid kepada wartawan, Jumat.
Menurut Harun, penyebaran penyakit ini diduga ada terdapat sarang nyamuk di daerah tersebut, maka dari itu untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut pihaknya langsung menurunkan surveylans untuk mengambil sample darah warga yang suspect chikungunya.
Lebih lanjut, antisipasi lainnya yang dilakukan oleh dinkes setempat melalui foging atau pengasapan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat berkembangbiaknya sarang nyamuk. Untuk warga yang terjangkit penyakit ini sudah ditangani dan sebagian dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar rutin berperilaku bersih dan sehat serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN. Karena dengan pengasapan hanya membunuh nyamuk dewasa saja, tetapi untuk jentiknya harus dilakukan melalui PSN dengan memberikan serbuk abate.
"Sebagian pasien Chikungunya sudah mulai membaik kondisinya dan kami pun memberikan kelambu untuk 15 kepala keluarga yang rumahnya diduga ada sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Namun dengan kejadian ini kami belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB)," tambahnya.
Sementara, Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kabupaten Sukabumi, Sri Yasti mengatakan pihaknya sudah melakukan pemantauan dan peninjauan langsung ke lokasi dan diduga penyebaran nyamuk ini disebabkan adanya sarang nyamuk di lingkungan warga.
"Kami sudah mengambil beberapa sample dan melakukan penanggulangan, penyebaran penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk yang berkembang biak saat peralihan musim atau pancaroba," kata Sri.
Puluhan warga Parungkuda Sukabumi terjangkit chikungunya
Jumat, 21 Juni 2013 16:13 WIB
"Sebagian pasien Chikungunya sudah mulai membaik kondisinya dan kami pun memberikan kelambu untuk 15 kepala keluarga yang rumahnya diduga ada sarang perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Namun dengan kejadian ini kami belum menetapkan status kejadia
