Sukabumi (Antaranews Bogor) - Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat menyatakan sejak Januari sampai April 2014 puluhan warga yang tersebar di seluruh kecamatan terjangkit penyakit Chikungunya yang disebabkan gigitan nyamuk.
"Dari catatan kami, warga yang terserang penyakit ini mencapai 77 jiwa. Penyebaran penyakit ini cukup merata dan di seluruh kecamatan ada saja warga yang tertular," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Irma Agristina kepada Antara, Rabu.
Menurut Irma, tingginya angka penularan penyakit Chikungunya oleh gigitan nyamuk spesies Aedes aegypti karena kondisi cuaca yang tidak menentu ditambah curah hujan yang cukup tinggi sehingga banyak genangan air di mana-nama yang dijadikan oleh nyamuk tersebut sebagai tempat sarang berkembang biak.
Namun demikian, penyakit ini tidak menyebabkan kematian bahkan si penderitanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus berobat. Tapi gejala tertular Chikungunya si penderita mengalami gejala demam tinggi dan merasakan linu di bagian persendian tulang dan ini yang menyebabkan warga panik, padahal itu hanya gejala saja.
"Walaupun demikian kami sudah menginstruksikan kepada seluruh petugas puskemas untuk melakukan pendataan dan pencegahan agar penyakit ini tidak kembali marak terjadi di Kota Sukabumi seperti pada tahun lalu yang jumlah warga tertular penyakit ini mencapai ribuan orang," tambahnya.
Irma juga mengimbau kepada warga agar selalu melakukan kegiatan hidup bersih, pemberantasan sarang nyamuk dan melakukan gerakan 3M plus yakni mungubur barang bekas, menguras bak, menutup tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk ditambah mengoles lotion anti nyamuk saat akan tidur dan saat tidur harus menggunakan kelambu anti nyamuk.
"Kami juga akan melakukan pengasapan atau foging di daerah-daerah yang menjadi endemis penularan dan sarang nyamuk. Selain itu, dari pantuan kami hampir seluruh kecamatan saat ini menjadi tempat endemis penularan penyakit ini," katanya.
Puluhan warga Sukabumi terjangkit Chikungunya
Rabu, 30 April 2014 20:34 WIB
Nyamuk Aedes aegypti (Foto Antara)
