Doha (ANTARA) - Sultan Oman Haitham bin Tarik mengadakan pembicaraan dengan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani di Muscat guna membahas kemungkinan mencapai kesepakatan yang seimbang antara Iran dan AS terkait program nuklir Iran.
Menurut laporan media Oman, kedua pihak menegaskan kembali perlunya para pihak berseteru kembali ke meja perundingan untuk menjembatani perbedaan pandangan dan menyelesaikannya secara damai.
Pada Jumat lalu, delegasi AS dan Iran mengadakan pembicaraan mengenai program nuklir Iran di ibu kota Oman, Muscat.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan berjalan dengan baik dan akan berlanjut pada pekan ini.
Namun pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran akan mempertahankan haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika ini berpotensi memicu perang.
Sebelumnya pada Januari, Trump mengatakan "armada besar" sedang menuju Iran, mengancam menyerang Teheran jika tidak tercapai kesepakatan yang "adil dan merata", mengenai program nuklir Iran, menekankan bahwa serangan AS di masa depan, akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.
Pada Januari, Trump mengatakan bahwa “armada besar” sedang menuju Iran, seraya mengancam akan menyerang Teheran jika tidak tercapai kesepakatan yang “adil dan merata” mengenai program nuklir Iran.
Ia juga menegaskan bahwa serangan yang akan dilakukan AS di masa depan akan “jauh lebih buruk” dibandingkan serangan-serangan sebelumnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Dubes Iran tanggapi ancaman serangan AS: Kami kuat tapi tidak ingin berkonflik
Baca juga: Dubes Iran nilai Amerika Serikat tak layak pimpin inisiatif perdamaian di Gaza
