Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong kepada seluruh periset di tanah air untuk memperluas dan meningkatkan dampak positif kegiatan kolaborasi riset nasional dan internasional terhadap pembangunan nasional.
Untuk itu, BRIN meluncurkan BRIN Danapedia yaitu Skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) kolaborasi internasional sebagai platform informasi kolaborasi riset internasional berbasis co-funding antar lembaga pendanaan riset berbagai negara.
"Skema ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai mitra internasional, antara lain; Japan Science and Technology Agency (JST), Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT), dan Ministry of Science and Technology (MOST) China," kata Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN Agus Haryono dalam kegiatan diskusi di Jakarta, Rabu.
Agus menjelaskan skema RIIM Kolaborasi merupakan skema yang dibuka secara khusus berdasarkan kerja sama antara BRIN dengan negara mitra dan/atau lembaga pendanaan dari dalam negeri dan/atau luar negeri.
Hal ini untuk meningkatkan kolaborasi riset nasional antarperiset Indonesia serta kolaborasi riset internasional antara periset Indonesia dengan periset dari negara lain, sehingga dapat memperluas dan meningkatkan dampak positif kegiatan kolaborasi riset nasional dan internasional.
"Kami harapkan kegiatan BRIN Danapedia dengan Skema RIIM Kolaborasi Internasional ini dapat membangun jejaring dan kolaborasi, sehingga memiliki dampak strategis yang diharapkan bagi penguatan ekosistem riset dan inovasi Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi, R Arthur Ario Lelono menjelaskan bahwa seluruh pendanaan dalam skema RIIM Kolaborasi didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sejauh ini, RIIM Kolaborasi telah terbangun dengan mitra internasional yaitu dengan Japan Science and Technology Agency (JST). Skema kolaborasi pendanaan riset BRIN-JST dilaksanakan di bawah program NEXUS di pihak Jepang dan RIIM Kolaborasi di pihak Indonesia.
"Fokus riset diarahkan pada pengembangan bioproduksi, yaitu penerjemahan riset dasar, misalnya biologi struktural dan biomolekuler, menjadi produk biologis bernilai tinggi untuk aplikasi industri, kesehatan, energi hayati, dan lingkungan," ujar Arthur.
Diketahui, selama ini BRIN juga telah membangun dan mengelola berbagai kolaborasi pendanaan riset internasional baik secara bilateral maupun multilateral dengan mitra strategis, antara lain dengan Australia melalui skema KONEKSI; Jepang melalui berbagai mekanisme seperti JST, JSPS, SATREPS, dan NEDO; Tiongkok melalui Ministry of Science and Technology (MOST); Malaysia melalui Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT); serta Turki melalui The Scientific and Technological Research Council of Türkiye (TÜBİTAK).
Selain kerja sama bilateral tersebut, BRIN juga aktif berpartisipasi dalam skema multilateral seperti e-ASIA Joint Research Program, SEA–EU Joint Funding Scheme (SEA-EU JFS), dan Belmont Forum yang mendorong kolaborasi riset lintas negara dan lintas disiplin untuk menjawab tantangan global.
Ke depan, BRIN juga tengah memproses rencana kerja sama pendanaan riset internasional baru dengan National Natural Science Foundation of China (NSFC) dan National Research Foundation (NRF) Singapore sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas jejaring kolaborasi global dan memperkuat daya saing riset nasional.
Baca juga: Kemdiktisaintek bersama BRIN perkuat kolaborasi inovasi teknologi
Baca juga: BRIN dan Kyoto University inisiasi "sister lab" perkuat riset menuju Nobel
