Teheran (ANTARA) - Sebagian besar toko di perkotaan Iran tetap buka setiap hari, tetapi terpaksa tutup sebelum malam hari di tengah protes, yang disertai dengan kerusuhan dan bentrokan antara demonstran dan polisi di beberapa kota, seperti yang dilaporkan oleh seorang koresponden RIA Novosti.
Sebagai contoh, pada Sabtu, hampir semua toko di Teheran tutup sebelum pukul 18.00 (waktu setempat).
Situasi di sejumlah kota masih tegang. Akibat kerusuhan tersebut, kebakaran terjadi di sebuah pasar tua di Kota Rasht, Ibu Kota Provinsi Gilan di barat laut negara itu.
Pasar tersebut hampir hancur total, dengan laporan awal menyebutkan adanya korban jiwa.
Baca juga: Uni Eropa pantau perkembangan situasi Iran atas maraknya aksi unjuk rasa
Pada Sabtu, Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, merilis sebuah video di X yang menyerukan rakyat Iran untuk berunjuk rasa dan menyarankan agar para demonstran bersiap merebut dan menguasai jalanan dan sejumlah fasilitas strategis.
Sebagian besar pertokoan di Iran tetap buka meski ada protes
Senin, 12 Januari 2026 6:08 WIB
Ilustrasi - Sebuah toko batu permata di daerah Qom, Iran, dikunjungi para penggemar batu akik. Umumnya orang Iran mengenakan akik karena alasan spiritual dan manfaat kesehatan. (ANTARANews)
