Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus super flu atau influenza A subclade K dengan penerapan pola hidup bersih dan sehat serta penggunaan masker saat beraktivitas.
Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyatakan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan meski kasus super flu belum ditemukan di Kabupaten Bekasi. Terlebih usai libur panjang akhir tahun, di mana banyak pendatang dari luar daerah yang bekerja hingga menetap.
"Saya sudah mendapat laporan dari dinas kesehatan. Untuk Kabupaten Bekasi sampai saat ini belum ada, masih zero kasus namun perlu tetap diwaspadai karena sudah masuk Jawa Barat," katanya di Cikarang, Senin.
Baca juga: Wagub DKI Rano Karno imbau masyarakat waspada penularan "super flu"
Baca juga: Warga DKI diminta terapkan PHBS cegah penularan superflu
Super flu merupakan virus influenza varian baru dengan gejala seperti penyakit flu pada umumnya namun dirasakan lebih berat oleh penderita. Gejalanya seperti demam tinggi 39 hingga 41 derajat celcius, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot hingga sakit kepala berat.
Kementerian Kesehatan mencatat sebagian besar kasus ini ditemukan pada kelompok usia anak dan perempuan. Dari delapan provinsi yang ditemukan kasus super flu, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan menjadi yang tertinggi dengan total 51 kasus.
Asep mengaku telah menyiapkan langkah pencegahan salah satunya dengan menyiagakan tenaga medis di seluruh fasilitas kesehatan termasuk puskesmas untuk memberikan penanganan terhadap potensi penyebaran, terutama pada anak-anak.
