Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan realisasi penerimaan Retribusi Sampah di Kota Mataram hingga pekan ketiga Desember 2025, mencapai hampir Rp6 miliar dari target Rp12 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Minggu, mengatakan realisasi itu dinilai sudah berada pada angka maksimal karena target Rp12 miliar ditetapkan ketika sudah dilakukan kenaikan tarif penanganan sampah.
"Untuk tarif sampah saat ini masih Rp5.000, sedangkan target yang ditetapkan Rp12 miliar, apabila tarif baru berlaku sebesar Rp10.000," katanya.
Kenaikan tarif tersebut diakuinya sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 1 tahun 2024, akan tetapi hingga saat ini kenaikan tarif tersebut belum bisa diterapkan karena berbagai pertimbangan.
Salah satu pertimbangan, lanjutnya, karena kondisi ekonomi masyarakat sehingga tarif tersebut belum bisa diberlakukan saat ini bahkan hingga tahun depan.
"Tapi tahun 2026, kami tetap ditarget Rp12 miliar untuk retribusi sampah. Kami sudah usulkan turun jadi Rp7 miliar, tapi tidak bisa," katanya.
Baca juga: DLHK Badung Bali angkut 40 ton sampah kiriman di sepanjang pantai akhir tahun
Baca juga: Atasi sampah badung pasang empat insinerator berkapasitas puluhan ton
Baca juga: DKI Jakarta gandeng swasta hadirkan pusat daur ulang sampah plastik
