Depok (ANTARA) - Mutia (45), merupakan warga Kota Depok yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi ojek online. Diketahui, Mutia telah bergabung menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2016 hingga sekarang.
Ia dan keluarganya terdaftar sebagai peserta pada segmen kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri) di kelas tiga dengan iuran per bulannya Rp35.000,- per orang.
Dalam proses wawancara bersama Tim Jamkesnews, ia menceritakan bagaimana pengalamannya selama menggunakan layanan Program JKN untuk dirinya dan keluarga.
Mutia menjelaskan bahwa penggunaan JKN untuk berobat cukup sederhana karena bisa menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu digital yang ada di aplikasi.
Baca juga: Istri Kuswantoro jalani pengobatan gagal ginjal gratis pakai JKN
“Saya jadi peserta JKN ini sudah lama lebih dari sembilan tahun sampai sekarang, alhamdulillah kerasan karena banyak manfaatnya. Saya terdaftar bertiga bersama dua anak saya, jadi setiap bulan kami bayar iuran Rp105.000,-. Tidak masalah ambil yang kelas tiga saja, manfaatnya sama dan iurannya juga lebih murah. Saya makin merasa Program JKN ini sangat penting saat dihadapi dengan kondisi darurat. Waktu itu anak saya sempat sakit yang cukup parah, saya langsung bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan itu tanpa mengeluarkan dana sepeser pun. Semuanya dijamin termasuk klaim obat-obatannya gratis. Itu kan karena sudah parah ya makanya saya langsung ke IGD tapi kalau berobat biasa sih di Klinik Salsabila. Pas berobat juga tinggal tunjukin KTP saja gampang pokoknya,” ucapnya, Kamis (14/08).
Ia juga menambahkan bahwa selama menjadi peserta JKN, ia sudah beberapa kali berobat ke rumah sakit menggunakan Program JKN. Terakhir kali Mutia sempat dirawat inap karena tipes dan dua tahun sebelumnya pun anaknya harus dioperasi karena penyakit infeksi saluran kemih.
Pelayanan yang diberikan cukup memuaskan. Dibalik kepuasan yang dirasakan oleh peserta JKN, BPJS Kesehatan terus berinovasi salah satunya dengan menciptakan sebuah aplikasi yaitu Mobile JKN yang memudahkan peserta dalam mengakses layanan kesehatan.
Baca juga: Galih: Berkat Program JKN istri saya bisa lahiran gratis di rumah sakit
Mutia merupakan salah satu peserta JKN yang ikut memanfaatkan aplikasi tersebut. Menurutnya aplikasi ini bisa memudahkan peserta contohnya untuk mendapatkan nomor antrean tanpa harus menunggu lama lagi.
“Saya sudah beberapa kali berobat pakai JKN, terakhir itu karena penyakit tipes dan harus dirawat inap selama tiga hari di RS Citra Medika. Anak saya juga pernah dirawat di rumah sakit di Kediri setelah operasi infeksi saluran kemih. Saya sangat puas dengan pelayanan tenaga medis selama dirawat, dokter dan perawatnya responsif dan cekatan. Walaupun saya hanya pengguna BPJS, tapi alhamdulillah penanganannya juga tetap cepat. Saya juga pakai aplikasi Mobile JKN untuk ambil antrean online. Jadi kalau mau berobat sudah bisa memperkirakan estimasi waktu sehingga tidak ada lagi drama antre lama disana. Kalau mau ubah fasilitas kesehatan (faskes) juga bisa langsung dari aplikasi tidak perlu datang ke kantor,” jelas Mutia.
Ia juga berterima kasih kepada pemerintah karena melalui Program JKN ini banyak masyarakat yang terbantu ketika mereka membutuhkan perawatan kesehatan yang mendesak, terutama ketika kondisi finansial sedang sulit.
Baca juga: Citra: Dari kontrol kehamilan hingga persalinan, semua dijamin JKN
Mutia juga berpesan kepada masyarakat yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta JKN untuk segera mendaftarkan diri demi mencegah sakit suatu saat. Mutia juga menilai pelayanan yang diberikan di kantor BPJS Kesehatan cukup baik.
Bagi Mutia, keberadaan BPJS Kesehatan telah menjadi penopang penting dalam menjaga kesehatan dirinya dan keluarga. Meski demikian, ia berharap layanan dan sistem digital dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin optimal bagi seluruh peserta.
“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan kebutuhan masyarakat. Melalui Program JKN ini, jadi banyak masyarakat yang bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa mengkhawatirkan soal biaya berobat yang semakin mahal. Saya juga tidak membayangkan sebelumnya kalau harus berobat ke rumah sakit tanpa adanya jaminan kesehatan, tapi alhamdulillah selama ini berkat JKN setiap saya ataupun anak-anak berobat tidak pernah mengeluarkan biaya lagi. Pesan saya semoga BPJS Kesehatan semakin besar dan tersebar di seluruh Indonesia dan terus menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Semoga masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan di masa seperti sekarang ini,” tutup Mutia.
