Kabupaten Bekasi (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memberikan apresiasi kepada 40 fasilitas kesehatan atau faskes yang sukses mengaplikasikan transformasi digitalisasi layanan sebagai wujud akselerasi pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan bertajuk "Transformasi Digital" bagi tujuh faskes tingkat pertama dan 33 faskes rujukan tingkat lanjutan itu diserahkan secara simbolis kepada Klinik Sapta Mitra Cikarang, Puskesmas Sriamur, RS Abdul Radjak Cibitung, RS DKH Sukatani, RS Sentra Medika, dan Klinik Utama Adistia.

"Transformasi digital di fasilitas kesehatan menjadi kunci untuk memastikan layanan JKN berjalan cepat, transparan, dan setara bagi masyarakat Kabupaten Bekasi," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang Erwin Fadilah di Cikarang, Rabu.

Ia menjelaskan transformasi digital layanan melalui antrean daring, bridging klaim, rekam medis elektronik, hingga biometrik diterapkan untuk memastikan peserta mendapat kepastian layanan tanpa waktu tunggu panjang serta pembiayaan yang akuntabel.

Baca juga: RSUD Cabangbungin Bekasi mewakili Jabar pada penilaian faskes nasional

Penghargaan diberikan kepada fasilitas kesehatan yang konsisten menerapkan inovasi digital secara bertahap dari bintang satu hingga bintang tujuh. Saat ini, pemanfaatan layanan digital telah melampaui 50 persen, menandakan transformasi mulai dirasakan masyarakat.

Erwin menyebut kemitraan BPJS Kesehatan dengan fasilitas kesehatan dibangun secara setara, bukan subordinatif. Pihaknya memastikan kepesertaan dan pembayaran berjalan lancar, sementara rumah sakit dan puskesmas bertanggung jawab menjaga mutu pelayanan.

"Ini representasi hadirnya Negara dalam sistem jaminan kesehatan nasional," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bekasi perketat pengawasan faskes cegah praktik dokter gadungan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cikarang Erwin Fadilah menyerahkan penghargaan transformasi layanan digital kepada Kepala Puskesmas Sriamur, Kecamatan Tambun Utara Wira Atmaja. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Kepala Puskesmas Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Wira Atmaja menilai apresiasi ini menjadi dorongan bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun fasilitas rujukan tingkat lanjutan untuk terus meningkatkan kualitas layanan berbasis teknologi digital.

Baca juga: Bekasi perkuat sarpras faskes dukung eliminasi penyakit TBC 2030

"Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi sebuah stimulus bagi tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat," katanya.

Ia menyebut implementasi antrean daring dan integrasi sistem digital membantu pengaturan alur pasien menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi kepadatan pada ruang tunggu.

"Dengan sistem yang terintegrasi, kami bisa fokus pada mutu pemeriksaan dan keselamatan pasien sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat," kata dia.



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026