Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melakukan penguatan transformasi digital melalui kolaborasi dengan perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan OpenAI untuk mempersiapkan UI sebagai kampus unggul dan adaptif dalam menyongsong era AI.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) UI Chairul Hudaya di Depok, Jumat, menyampaikan kolaborasi dengan melakukan diskusi dengan OpenAI ini bermanfaat bagi UI, khususnya memperkuat riset berbasis kecerdasan buatan.

"Kolaborasi internasional seperti ini akanmemperkaya perspektif, mempercepat inovasi, dan memastikan pengembangan AI di sini berjalan sejalan dengan kebutuhan akademik, industri, dan masyarakat luas. Kami percaya langkah ini akan memperkuat ekosistem riset multidisiplin di UI serta menegaskan posisi UI sebagai universitas riset kelas dunia," katanya.

Diskusi kolaborasi strategis bersama OpenAI, perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dengan AI assistant ChatGPT sebagai produk andalannya, merupakan penegasan komitmen UI memperkuat transformasi digital dan mempersiapkan UI sebagai kampus unggul dan adaptif dalam menyongsong era AI.

Baca juga: Rektor UI jamin keamanan data dalam lakukan transformasi digital
Baca juga: UI dan KOICA perkuat kolaborasi pengembangan 'cyber education'


Head of Education OpenAI untuk kawasan Asia-Pasifik Raghav Gupta menjelaskan data bahwa Indonesia termasuk dalam lima besar negara pengguna ChatGPT untuk keperluan pembelajaran dan riset.

Pada Maret 2026 tercatat lebih dari 450 juta pesan terkait dengan tugas dan penelitian dikirimkan dan diolah dengan ChatGPT. Hal ini menjadi latar belakang pentingnya kolaborasi OpenAI dengan kampus-kampus di Indonesia, terutama UI.

Pria berasal dari India yang menjabat Head of Education OpenAI sejak 2025 tersebut, menambahkan kehadiran OpenAI untuk memberikan wawasan kemajuan teknologi kepada para pendidik dan mahasiswa UI.

Dengan menggunakan ChatGPT, mahasiswa bisa belajar memperdalam topik-topik tertentu yang sedang mereka geluti. Begitu juga bagi para dosen atau pendidik, fitur AI assistant ChatGPT bisa dimanfaatkan untuk membantu dalam penyusunan kurikulum pembelajaran maupun penyusunan metode riset yang tengah dikembangkan.

Baca juga: UI lakukan sosialisasi penguatan zona integritas melalui transformasi digital

Agenda diskusi turut menyoroti pemanfaatan ChatGPT dalam memperkuat kompetensi civitas academica dalam mengoperasikan teknologi AI secara lebih efektif.

Delegasi UI dan OpenAI yang hadir saling menyinergikan perspektif mengenai pemanfaatan AI dalam inovasi pembelajaran.

Pada kesempatan ini, OpenAI juga menyampaikan komitmen perihal keamanan bagi pengguna ChatGPT, khususnya kalangan remaja dan anak-anak melalui penerapan batasan usia, sistem prediksi usia, serta fitur kontrol orang tua.

OpenAI juga menghadirkan versi aman default bagi pengguna tanpa akun serta menyediakan kontrol bagi orang tua untuk mengatur izin pembuatan gambar, durasi penggunaan, dan waktu hening.

Langkah ini penting agar pemanfaatan AI di kalangan muda tetap bermanfaat untuk pembelajaran, sekaligus aman dan bertanggung jawab.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026