Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana siap menggelar Imunisasi Kejar guna mengatasi masih ditemukannya sekitar 2.000 anak di daerah tersebut yang belum pernah mendapatkan imunisasi dasar (zero dose).
"Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Singkawang bersama Kementerian Kesehatan RI yang menyiapkan pelaksanaan Imunisasi Kejar 2025 untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi di daerah tersebut," ujar Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr. Achmad Hardin di Singkawang, Sabtu.
Dia mengatakan hingga September 2025, capaian imunisasi bayi lengkap baru 22,8 persen dari target 60 persen. Angka itu menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bagi anak-anak.
“Penurunan cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir menjadi sinyal serius karena anak-anak kita sangat rentan terhadap penyakit yang sebenarnya bisa dicegah.
Ia menjelaskan, pada 2023 capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Singkawang masih 49,5 persen, namun turun menjadi 33,15 persen pada 2024. Sementara imunisasi bayi lengkap hanya mencapai 27,2 persen pada tahun yang sama.
Baca juga: UNICEF sebut anak perempuan wajib dapat imunisasi HPV cegah kanker rahim
Baca juga: Biak-Unicef tingkatkan cakupan imunisasi lengkap anak
