Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, menegaskan bahwa Indonesia dan UEA memiliki komitmen kuat terhadap nilai toleransi, moderasi, serta hidup berdampingan secara damai.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut tercermin dalam Document on Human Fraternity, inisiatif Abu Dhabi Forum for Peace, Muslim Council of Elders, dan juga Pancasila Indonesia yang menekankan persatuan dalam keberagaman.
Pernyataan itu disampaikan dalam seminar bertajuk “Uni Emirat Arab dan Indonesia: Kesatuan Nilai dan Jalur Perdamaian” pada Indonesia International Book Fair di Jakarta, Rabu.
Seminar tersebut juga dihadiri sejumlah duta besar asing dan mencerminkan eratnya hubungan budaya antarkedua negara.
Menurut Al-Dhaheri, nilai-nilai bersama itu menjadi modal penting untuk menghadapi ekstremisme, ujaran kebencian, sekaligus memperkuat budaya serta pemahaman antarperadaban.
Ia menambahkan, budaya dan pengetahuan merupakan jembatan yang memperkokoh perdamaian dan saling pengertian antarbangsa.
Kerja sama budaya juga menjadi perhatian dalam hubungan kedua negara. Indonesia dijadwalkan menjadi Guest of Honor pada Abu Dhabi International Book Fair 2026, sementara UEA akan menjadi tamu kehormatan pada Indonesia International Book Fair di Jakarta.
Al-Dhaheri menyebut hal ini sebagai wujud rasa saling percaya sekaligus tekad memperdalam pertukaran budaya dan pengetahuan.
Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, hubungan bilateral Indonesia dan UEA mengalami lompatan besar di berbagai bidang.
Kedua negara kini dipandang sebagai contoh kemitraan yang berhasil, berbagi visi menuju masa depan berlandaskan pembangunan, perdamaian, dan stabilitas.
Di ranah regional dan internasional, Indonesia dan UEA disebutkan berjalan beriringan dalam mendukung upaya meredakan konflik, mendorong solusi damai, memperkuat diplomasi dan mediasi, serta menangani krisis kemanusiaan.
Al-Dhaheri menegaskan komitmen bersama itu sejalan dengan dukungan terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.
Ia menambahkan, dunia kini menghadapi tantangan besar yang mengancam stabilitas dan perdamaian internasional. Untuk itu, diperlukan penguatan kemitraan peradaban yang mengandalkan nilai dan kepentingan bersama.
"Dan kami yakin bahwa nilai-nilai dan kepentingan bersama yang menyatukan kita akan memungkinkan kita merumuskan visi yang nyata untuk membangun dunia yang lebih aman, adil, dan toleran," katanya menambahkan.
Indonesia International Book Fair (IIBF) ke-45 pada 24–28 September 2025 di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi). IIBF hadir sebagai ruang pertemuan intelektual, budaya, dan bisnis kreatif.
Mengusung tema "Exploring Content, Enlightening Mind", pameran itu menghadirkan lebih dari 500 ribu buku dengan harga terjangkau, 125 peserta, 150 acara literasi, serta 160 narasumber dari dalam dan luar negeri. Sebanyak 20 negara juga mengambil bagian dalam pameran buku terbesar di Indonesia itu.
